Pakuan Raya - Deadline waktu yang ditetapkan PSSI dan AFC mungkin terlalu mepet. Karena PSSI dan AFC juga kena deadline oleh FIFA agar kompetisi sepakbola Liga Profesional di Indonesia harus segera digelar tanggal 8 Oktober 2011. Hal inilah yang tidak memungkinkan para penggagas klub sepakbola Persikabo professional mendaftarkan diri dengan nama PT Persikabo Bogor Mandiri (PT PBM). Akhirnya untuk kompetisi Liga Profesional tanggal 8 Oktober 2011 nanti, secara resmi Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional akan berada dibawah naungan PT Karadenan Jaya.
Informasi yang diendus Pakar bahwa saat ini, PT Karadenan Jaya sudah menetapkan " Lima Pandawa Lima" yang akan menjalankan roda organisasi perusahaan dalam pengelolaan Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional dalam kancah Liga sepakbola Profesional PSSI musim kompetiksi 2011/2012 .
Beberapa nama yang dirumorkan masuk dalam Pandawa Lima untuk menjalankan roda organisasi Persikabo dibawah bendera PT Karadenan Jaya diantaranya, Ruddy Ferdian ( Direktur Utama), Rhendie Arindra ( Direktur Operasional), H. Ridwan Ardiwinata (Direktur Teknik), H. Zaenal Syafrudin ( Direktur Teknik) dan M Usup alias Lurah Usup ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Karadenan Jaya untuk pengelolaan klub Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional. Namun, rumor Pandawa Lima Persikabo tersebut tentunya suatu waktu masih bisa berubah. Karena kelihatannya hal ini belum final atau baku tentang komposisi orang orang yang akan masuk dalam jajaran direksi PT Karadenan Jaya yang akan menjalankan roda Persikabo.
Sementara Edison Hutahean yang akan membantu dalam bidang teknik Persikabo menegaskan, ia tidak setuju dengan istilah Pandawa Lima Persikabo, ia lebih condong kepada istilah Trio The King yang terdiri dari Rachmat Yasin, Ruddy Ferdian dan Lurah Usup. Loyalitas dan royalitasnya untuk Persikabo sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga lebih setuju kalau menempatkan Lurah Usup sebagai direktur teknik Persikabo. Namun ia sendiri mengaku sangat setuju kalau nama nama seperti Pak Rudi Mantik, Ridwan Ardiwinata, Zaenal Syafrudin dan Rhendie Arindra masuk dalam komposisi direksi ataupun manajerial tim Persikabo. Karena kekuatan nama nama itu akan semakin membuat solid Persikabo. Apalagi, RY yang menyerahkan tongkat komando ke Ruddy Ferdian soal Persikabo hanya menginginkan Level A alias kasta tertinggi kompetisi sepakbola Profesikonal ditanah air.
Dalam kesempatan yang sama, kata Edison, soal urusan pelatih memang RY telah menyerahkan penuh kepada direksi yang akan menunjuk manajemen Persikabo. Akan tetapi, RY berharap pelatih tersebut harus bisa membawa Persikabo meraih prestasi tinggi dan mentargetkan Persikabo masuk tiga besar dalam kompetisi mendatang.
"Kami sudah mengantongi dua nama yang akan diusulkan kepada direksi ataupun manajemen Persikabo tersebut. Dua nama itu adalah Suimin Diharja dan Jhoni Arwandi karena keduanya sudah paham dan mengenal karakter sepakbola Bogor. Namun, kedua pelatih tersebut bisa saja dua duanya masuk dalam manajerial tim Persikabo musim depan. Bahkan, kedua-duanya juga bisa saja tidak masuk dalam manajerial tim Persikabo. Hal ini akan tergantung dari manajemen Persikabo yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, Ketua Bogor Sport Journalist ( BSJ), Asep Syahmid Pangrango mengatakan, sangat setuju dengan rumor Pandawa Lima Persikabo. Karena hal ini minimal akan meringankan beban Persikabo dalam kompetisi Liga Profesional yang sudah mengharamkan bantuan dari APBD daerah.
"Boleh dikatakan, kalau memang Pandawa Lima yang akan mengelola dan menjalankan Persikabo sebagai aset penting Kabupaten Bogor, hingga Persikabo bisa lebih eksis dan mandiri dalam kancah sepakbola Profesional. Namun, Persikabo juga sangat membutuhkan peran serta dan dukungan penuh dari semua publik bola di Kabupaten Bogor terutama Kabomania yang akan menjadi pilar penting dalam perjalanan Persikabo sebagai klub mandiri dan professional," ujar Asep Syahmid Pangrango, Ketua Bogor Sport Journalist.
Akan tetapi, tambah Syahmid, hal terpenting dan mendesak adalah Persikabo harus segera melakukan tahapan seleksi kepada para pemain. Karena ini menyangkut tenggat waktu kompetisi yang sudah semakin dekat.
Senin, 22 Agustus 2011
Manajemen Prioritaskan Pemain Lokal
Pakuan Raya - Ketua Harian PSSI Pengurus Cabang (Pengcab) Kabupaten Bogor, Ridwan Ardiwinata yang juga digadang gadang masuk menjadi direksi PT Karadenan Jaya, salah satu PT yang akan mengelola Persikabo dalam kancah Liga Profesional 8 oktober mendatang menegaskan, manajemen dan jajaran yang ada di PT Karadenan Jaya akan lebih memprioritaskan potensi pemain lokal daerah dalam skuad Persikabo yang akan tampil di kancah kompetisi profesional 2010/2012 yang akan digelar PSSI pada Oktober mendatang.
"Kuota pemain yang ditetapkan PSSI jumlahnya 26 orang. Dengan rincian 3 legiun asing, 2 lokal nasional dan 15 lokal daerah. Keinginan kami (Pengcab PSSI), dari 15 pemain tersebut, 5 diantaranya menjadi line up,"katanya saat membuka Raker Pengcab PSSI di aula Dinas Pendidikan (Disdik) akhir pekan lalu.
Karena itu, sambung Ridwan, direksi PT Karadenan Jaya tidak akan tergesa-gesa dalam menunjuk pelatih. Dalam konteks ini manajemen wajib melakukan seleksi, terutama untuk memilih pelatih yang kriteria dan komitmen kuat membina para pemain muda lokal daerah.
"Sisi positif dengan adanya aturan baru yang ditetapkan PSSI membuka kesempatan bagi para pemain muda lokal untuk menunjukan kapasitasnya,"tandasnya.
Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan, Persikabo dipastikan akan tampil pada kompetisi liga profesional yang digelar PSSI karena telah menyerahkan seluruh aspek yang telah ditetapkan AFC, termasuk deposit uangnya. Namun begitu, belum bisa diketahui apakah nantinya akan tampil di ajang liga level 1 atau 2.
"Arah kita tampil di level 1, tapi semua bergantung pada hasil verifikasi. Saat mendaftar Persikabo tidak merger dengan klub manapun alias berdiri sendiri dengan badan hukum PT Karadenan Jaya karena jika harus membentuk badan hukum baru waktunya sangat sempit,"jelasnya.
Ridwan menjelaskan, tidak mau kejadian seperti musim kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone 2010/2011 lalu. Bertabur pemain bintang tetapi tidak meraih hasil optimal. Bahkan bisa dikatakan menjadi prestasi terburuk Persikabo sepanjang keikutsertaannya di Divisi Utama karena di klasemen akhir hanya mampu menempati peringkat ke-8.
"Tahun ini pemain lokal Bogor harus dikedepankan. Tengok loyalitas para pemain lokal pada saat Persikabo menjalani tur Sumatera pada musim kompetisi lalu. Mereka begitu fighter saat diminta pelatih untuk tampil, sementara para pemain yang berstatus bintang yang mendapat gaji lebih mahal enggan tampil karena suatu alasan. Permainan mereka pun cukup bagus, sayang pelatih hanya memakai jasanya saat itu saja, setelah laga kandang pemain lokal kembali ditinggalkan," ulasnya
"Kuota pemain yang ditetapkan PSSI jumlahnya 26 orang. Dengan rincian 3 legiun asing, 2 lokal nasional dan 15 lokal daerah. Keinginan kami (Pengcab PSSI), dari 15 pemain tersebut, 5 diantaranya menjadi line up,"katanya saat membuka Raker Pengcab PSSI di aula Dinas Pendidikan (Disdik) akhir pekan lalu.
Karena itu, sambung Ridwan, direksi PT Karadenan Jaya tidak akan tergesa-gesa dalam menunjuk pelatih. Dalam konteks ini manajemen wajib melakukan seleksi, terutama untuk memilih pelatih yang kriteria dan komitmen kuat membina para pemain muda lokal daerah.
"Sisi positif dengan adanya aturan baru yang ditetapkan PSSI membuka kesempatan bagi para pemain muda lokal untuk menunjukan kapasitasnya,"tandasnya.
Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan, Persikabo dipastikan akan tampil pada kompetisi liga profesional yang digelar PSSI karena telah menyerahkan seluruh aspek yang telah ditetapkan AFC, termasuk deposit uangnya. Namun begitu, belum bisa diketahui apakah nantinya akan tampil di ajang liga level 1 atau 2.
"Arah kita tampil di level 1, tapi semua bergantung pada hasil verifikasi. Saat mendaftar Persikabo tidak merger dengan klub manapun alias berdiri sendiri dengan badan hukum PT Karadenan Jaya karena jika harus membentuk badan hukum baru waktunya sangat sempit,"jelasnya.
Ridwan menjelaskan, tidak mau kejadian seperti musim kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone 2010/2011 lalu. Bertabur pemain bintang tetapi tidak meraih hasil optimal. Bahkan bisa dikatakan menjadi prestasi terburuk Persikabo sepanjang keikutsertaannya di Divisi Utama karena di klasemen akhir hanya mampu menempati peringkat ke-8.
"Tahun ini pemain lokal Bogor harus dikedepankan. Tengok loyalitas para pemain lokal pada saat Persikabo menjalani tur Sumatera pada musim kompetisi lalu. Mereka begitu fighter saat diminta pelatih untuk tampil, sementara para pemain yang berstatus bintang yang mendapat gaji lebih mahal enggan tampil karena suatu alasan. Permainan mereka pun cukup bagus, sayang pelatih hanya memakai jasanya saat itu saja, setelah laga kandang pemain lokal kembali ditinggalkan," ulasnya
Butuh Waktu Untuk Merubah Akte
Pakuan Raya - Kesiapan dan antusias tinggi tampak ditonjolkan jajaran inohong yang akan menjadi pengelola klub Persikabo untuk mengikuti kompetisi Liga Profesional, hal itu terbukti dengan mulai penetapan jajaran direksi yang telah dilakukan. Bahkan, badan hukum yang akan mengelola PT Persikabo sudah jelas yakni PT Karadenan Jaya.
"Awalnya memang kita akan menggunakan PT Persikabo Bogor Mandiri, namun karena kita butuh waktu yang cepat, maka kita sepakati menggunakan nama PT Karadenan Jaya," ujar Rhendie Arindra, salah satu sosok yang akan membantu dalam manajemen professional dan operasional Persikabo.
Rhendie sendiri menyatakan, apapun namanya PT yang akan mengelola Persikabo diharapkan tidak akan menjadi polemik. Karena selain dikejar deadline oleh PSSI dan AFC, ia menyakini orang orang yang berada di PT Karadenan Jaya memang sudah berkecimpung lama dalam dunia sepakbola Kabupaten Bogor, khususnya Persikabo Bogor.
Lebih lanjut, tambah Rhendie, ia merasa optimis persiapan yang telah dilakukan jajaran direksi PT Karadenan Jaya ini, semakin menandaskan kalau Persikabo memang telah siap dalam segala hal untuk ikut kompetisi pada Liga Profesional mendatang.
" Persikabo adalah kebanggan masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Karena itu, kita berharap semua elemen pecinta sepakbola yang ada di Bogor ini harus memberikan dukungan nyata hingga Persikabo bisa ekis dan meraih prestasi yang maksimal dalam kompetisi Liga Profesional mendatang," ujar COO PT Bogor Raya FC ini.
Menyinggung peluang Persikabo tampil dalam level 1 atau 2, secara tegas ia mengatakan, semua elemen masyarakat bola di Bogor tentunya menginginkan Persikabo bisa tampi dalam kompetisi kasta tertinggi yakni level satu. Karena akan banyak keuntungan yang diraih Persikabo dan PT Karadenan Jaya jika Persikabo Bogor bisa tampil dalam level satu. Hingga tidak menutup kemungkinan akan banyak pihak investor yang masuk menjadi pihak yang siap mensuport pendanaan bagi Persikabo melalui mekanisme kerjasama.
"Kita akan memprioritaskan kerjasama dengan pihak sponsporship untuk dijadikan pemasukan utama. Selain itu, pemasukan dari tiket masuk para penonton juga dimasukan dalam listing pendafatan pokok yang harus bisa menjadi penambah buat operasional bagi Persikabo itu sendiri. Saya juga merasa terimakasih kepada Harian Pakuan Raya yang telah berusaha memberikan sosialisasi secara kontinyu tentang paradagima klub sepakbola profesional dan kesadaran membeli tiket dari para supporter fanatiknya," kilah Rhendie tegas.
"Awalnya memang kita akan menggunakan PT Persikabo Bogor Mandiri, namun karena kita butuh waktu yang cepat, maka kita sepakati menggunakan nama PT Karadenan Jaya," ujar Rhendie Arindra, salah satu sosok yang akan membantu dalam manajemen professional dan operasional Persikabo.
Rhendie sendiri menyatakan, apapun namanya PT yang akan mengelola Persikabo diharapkan tidak akan menjadi polemik. Karena selain dikejar deadline oleh PSSI dan AFC, ia menyakini orang orang yang berada di PT Karadenan Jaya memang sudah berkecimpung lama dalam dunia sepakbola Kabupaten Bogor, khususnya Persikabo Bogor.
Lebih lanjut, tambah Rhendie, ia merasa optimis persiapan yang telah dilakukan jajaran direksi PT Karadenan Jaya ini, semakin menandaskan kalau Persikabo memang telah siap dalam segala hal untuk ikut kompetisi pada Liga Profesional mendatang.
" Persikabo adalah kebanggan masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Karena itu, kita berharap semua elemen pecinta sepakbola yang ada di Bogor ini harus memberikan dukungan nyata hingga Persikabo bisa ekis dan meraih prestasi yang maksimal dalam kompetisi Liga Profesional mendatang," ujar COO PT Bogor Raya FC ini.
Menyinggung peluang Persikabo tampil dalam level 1 atau 2, secara tegas ia mengatakan, semua elemen masyarakat bola di Bogor tentunya menginginkan Persikabo bisa tampi dalam kompetisi kasta tertinggi yakni level satu. Karena akan banyak keuntungan yang diraih Persikabo dan PT Karadenan Jaya jika Persikabo Bogor bisa tampil dalam level satu. Hingga tidak menutup kemungkinan akan banyak pihak investor yang masuk menjadi pihak yang siap mensuport pendanaan bagi Persikabo melalui mekanisme kerjasama.
"Kita akan memprioritaskan kerjasama dengan pihak sponsporship untuk dijadikan pemasukan utama. Selain itu, pemasukan dari tiket masuk para penonton juga dimasukan dalam listing pendafatan pokok yang harus bisa menjadi penambah buat operasional bagi Persikabo itu sendiri. Saya juga merasa terimakasih kepada Harian Pakuan Raya yang telah berusaha memberikan sosialisasi secara kontinyu tentang paradagima klub sepakbola profesional dan kesadaran membeli tiket dari para supporter fanatiknya," kilah Rhendie tegas.
Sadar Tiket = Selamatkan Persikabo
Pakuan Raya - Eksistensi klub-klub sepakbola professional di Indonesia dipertanyakan, bila pada tahun depan Permendagri Nomor 22 Tahun 2011 tentang larangan pemerintah daerah (pemda) mengalokasikan dana APBD untuk membiayai klub sepak bola profesional mulai diaplikasikan.
Bisa diprediksi, tim yang selama ini bertumpu penuh pada APBD bakal kelimpungan. Dan salah satu klub yang akan terkena imbas dari kebijakan tersebut, tentunya adalah Persikabo. Dan ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) manajemen. Garis besarnya jika Persikabo masih ingin eksis di kompetisi liga Indonesia harus bisa menggali potensi yang ada.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDIP, Edison Hutahean, yang juga dikenal sebagai pemerhati sepakbola Kabupaten Bogor mengatakan, sebagai tim yang baru akan menyandang status mandiri dan bersiap setelah bercerai dengan APBD, manajemen Persikabo harus memanfaatkan potensi yang ada.
Jajaran direksi PT Karadenan Jaya yang akan menjadi pengelola Persikabo harus menjadikan sepakbola sebagai industri dengan berharap dukungan besar dari suporter fanatiknya Kabomania. Dalam konteks ini, sebagai penopang pendapatan, Persikabo harus memperoleh pemasukan dari penjualan tiket, merchandisme dan sponsorship. Mengingat antusiasme dan loyalitas Kabomania yang selalu memadati Stadion Persikabo Cibinong yang memiliki kapasitas 15.000 penonton.
"Ya, mau tidak mau kita harus menggiring Kabomania maupun masyarakat pecinta sepakbola di Kabupaten Bogor agar mereka lebih memahami kondisi Laskar Pajajaran saat ini dan bagaimana langkah kedepannya. Karena itu, kita akan sosialisasikan kepada mereka tentang kesadaran membeli tiket resmi dengan harga yang sudah ditentukan tanpa harus meminta keringanan harga," ujar Kamerad panggilan akrab dari Edison Hutahean yang akan membantu bidang teknis Persikabo saja. Karena lelaki bertubuh tinggi besar itu tidak bisa masuk dalam jajaran direks PT Karadenan Jaya, terkait posisinya sebagai pejabat publik di Kabupaten Bogor.
Sementara, Kemal Pasya, Ketua Harian Kabomania menyatakan sangat setuju jika manajemen baru berencana menekan pemasukan untuk menyelematakan masa depan Persikabo. Menurutnya, secara loyalitas, Kabomania sudah menunjukan kesetiaannya dalam mendukung tim saat melakoni laga tandang di Stadion Persikabo Cibinong.
Tapi dia juga tidak bisa memungkiri, meski isi stadion selalu berdesakan, kesadaran membeli tiket belum sepenuhnya dimiliki Kabomania. Padahal, harga tiket yang ditetapkan panitia pelaksana (panpel) sudah cukup murah meriah, mulai dari Rp5.000 untuk tribun dan Rp40.000 untuk VIP bagian barat dan Rp15.000 VIP bagian timur.
"Memang demikian adanya, tetapi dengan melihat fanatiknya mereka (Kabomania) ketika memberikan dukungan di laga kandang, kita harus acungkan dua jempol. Namun, harus juga ada rasa keadilan, kesadaran membeli tiket juga berlaku bagi para pejabat maupun PNS dilingkungan pemkab karena mereka rata-rata juga menuntut hal yang sama, bahkan ada yang gratis total,"tandasnya.
Bisa diprediksi, tim yang selama ini bertumpu penuh pada APBD bakal kelimpungan. Dan salah satu klub yang akan terkena imbas dari kebijakan tersebut, tentunya adalah Persikabo. Dan ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) manajemen. Garis besarnya jika Persikabo masih ingin eksis di kompetisi liga Indonesia harus bisa menggali potensi yang ada.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDIP, Edison Hutahean, yang juga dikenal sebagai pemerhati sepakbola Kabupaten Bogor mengatakan, sebagai tim yang baru akan menyandang status mandiri dan bersiap setelah bercerai dengan APBD, manajemen Persikabo harus memanfaatkan potensi yang ada.
Jajaran direksi PT Karadenan Jaya yang akan menjadi pengelola Persikabo harus menjadikan sepakbola sebagai industri dengan berharap dukungan besar dari suporter fanatiknya Kabomania. Dalam konteks ini, sebagai penopang pendapatan, Persikabo harus memperoleh pemasukan dari penjualan tiket, merchandisme dan sponsorship. Mengingat antusiasme dan loyalitas Kabomania yang selalu memadati Stadion Persikabo Cibinong yang memiliki kapasitas 15.000 penonton.
"Ya, mau tidak mau kita harus menggiring Kabomania maupun masyarakat pecinta sepakbola di Kabupaten Bogor agar mereka lebih memahami kondisi Laskar Pajajaran saat ini dan bagaimana langkah kedepannya. Karena itu, kita akan sosialisasikan kepada mereka tentang kesadaran membeli tiket resmi dengan harga yang sudah ditentukan tanpa harus meminta keringanan harga," ujar Kamerad panggilan akrab dari Edison Hutahean yang akan membantu bidang teknis Persikabo saja. Karena lelaki bertubuh tinggi besar itu tidak bisa masuk dalam jajaran direks PT Karadenan Jaya, terkait posisinya sebagai pejabat publik di Kabupaten Bogor.
Sementara, Kemal Pasya, Ketua Harian Kabomania menyatakan sangat setuju jika manajemen baru berencana menekan pemasukan untuk menyelematakan masa depan Persikabo. Menurutnya, secara loyalitas, Kabomania sudah menunjukan kesetiaannya dalam mendukung tim saat melakoni laga tandang di Stadion Persikabo Cibinong.
Tapi dia juga tidak bisa memungkiri, meski isi stadion selalu berdesakan, kesadaran membeli tiket belum sepenuhnya dimiliki Kabomania. Padahal, harga tiket yang ditetapkan panitia pelaksana (panpel) sudah cukup murah meriah, mulai dari Rp5.000 untuk tribun dan Rp40.000 untuk VIP bagian barat dan Rp15.000 VIP bagian timur.
"Memang demikian adanya, tetapi dengan melihat fanatiknya mereka (Kabomania) ketika memberikan dukungan di laga kandang, kita harus acungkan dua jempol. Namun, harus juga ada rasa keadilan, kesadaran membeli tiket juga berlaku bagi para pejabat maupun PNS dilingkungan pemkab karena mereka rata-rata juga menuntut hal yang sama, bahkan ada yang gratis total,"tandasnya.
Minggu, 21 Agustus 2011
PSSI Berlakukan Budgeting Cap
Pemberlakuan budgeting cap atau batasan pengeluaran akan menjadi kecemasan peserta kompetisi mendatang. Klub-klub makin tertekan dengan kebijakan PSSI tersebut.
PSSI menetapkan klub di level 1 hanya diperbolehkan mengeluarkan uang sebesar Rp15 miliar selama semusim. Sementara klub di level 2 sebesar Rp8 miliar. Keputusan itu diprediksi akan menimbulkan respons negatif setelah kebijakan deposito dan salary cap ditentang klub Tanah Air.
Penentangan klub-klub Indonesia kemungkinan berlanjut, meski PSSI melunak mengenai kebijakan deposito dan salary cap. Deposito misalnya, kebijakan PSSI agar klub menyertakan dana maksimal senilai Rp5 miliar kini berubah, yakni klub bisa melengkapinya dengan bank garansi dan aset kekayaan.
Sementara salary cap yang dipatok senilai Rp500 juta kepada pemain lokal semusim. PSSI kini menyerahkan kebijakan kepada klub dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Apakah PSSI akan kembali melunak soal pembatasan pengeluaran, meski PSSI memiliki niat baik meluncurkan program tersebut?
Jawabannya mungkin akan segera direspons klub-klub. Anggota Eksekutif Komite PSSI Sihar Sitorus mengaku pemberian keputusan pembatasan pengeluaran itu bertujuan untuk membatasi keinginan klub-klub. Apalagi, saat ini tak ada sokongan dana dari APBD. Karena itu, pihaknya memberikan sanksi kepada klub-klub yang melanggar.
Jika ada klub mengeluarkan dana lebih dari Rp15 miliar, tak tanggung-tanggung pencabutan gelar jika klub juara. Sanksi itu adalah salah satu hukuman yang akan diterapkan PSSI. Hukuman lain adalah pengurangan poin di akhir musim, hingga sanksi mewajibkan klub menggunakan pemain muda pada musim selanjutnya.
”Budgeting cap tetap berlaku meski salary cap diserahkan kepada klub. Sekarang pintar-pintar klub mengatur keuangan mereka masing-masing. Sebab, jika ada klub yang melebihi budget-nya, akan ada hukuman penalti,” ungkap Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sihar Sitorus.
Sihar memaparkan, pihaknya memiliki strategi agar kecurangan tidak dilakukan klub peserta. PSSI menyiapkan beberapa cara agar kecurangan bisa ditekan, seperti mewajibkan setiap peserta memberikan laporan keuangannya seusai putaran pertama dan akhir kompetisi.
Sejauh ini tahap pertama membuat klub menjadi profesional telah dilakukan PSSI. Program itu seiring berjalannya proses asistensi klub profesional di lima kota per Senin (15/8). Tahap selanjutnya PSSI akan melakukan verifikasi dokumen pada Selasa (23/8). Setelah itu klub-klub yang akan menempati level 1 atau level 2 akan diumumkan pada Kamis (25/8).
”Untuk legalitas, pengurusan PT wajib disampaikan ke Kemenkumham. Kami akan terus bekerja keras karena semua berkas harus ada di tangan AFC, 3 September mendatang,” tandas Sihar
PSSI menetapkan klub di level 1 hanya diperbolehkan mengeluarkan uang sebesar Rp15 miliar selama semusim. Sementara klub di level 2 sebesar Rp8 miliar. Keputusan itu diprediksi akan menimbulkan respons negatif setelah kebijakan deposito dan salary cap ditentang klub Tanah Air.
Penentangan klub-klub Indonesia kemungkinan berlanjut, meski PSSI melunak mengenai kebijakan deposito dan salary cap. Deposito misalnya, kebijakan PSSI agar klub menyertakan dana maksimal senilai Rp5 miliar kini berubah, yakni klub bisa melengkapinya dengan bank garansi dan aset kekayaan.
Sementara salary cap yang dipatok senilai Rp500 juta kepada pemain lokal semusim. PSSI kini menyerahkan kebijakan kepada klub dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Apakah PSSI akan kembali melunak soal pembatasan pengeluaran, meski PSSI memiliki niat baik meluncurkan program tersebut?
Jawabannya mungkin akan segera direspons klub-klub. Anggota Eksekutif Komite PSSI Sihar Sitorus mengaku pemberian keputusan pembatasan pengeluaran itu bertujuan untuk membatasi keinginan klub-klub. Apalagi, saat ini tak ada sokongan dana dari APBD. Karena itu, pihaknya memberikan sanksi kepada klub-klub yang melanggar.
Jika ada klub mengeluarkan dana lebih dari Rp15 miliar, tak tanggung-tanggung pencabutan gelar jika klub juara. Sanksi itu adalah salah satu hukuman yang akan diterapkan PSSI. Hukuman lain adalah pengurangan poin di akhir musim, hingga sanksi mewajibkan klub menggunakan pemain muda pada musim selanjutnya.
”Budgeting cap tetap berlaku meski salary cap diserahkan kepada klub. Sekarang pintar-pintar klub mengatur keuangan mereka masing-masing. Sebab, jika ada klub yang melebihi budget-nya, akan ada hukuman penalti,” ungkap Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sihar Sitorus.
Sihar memaparkan, pihaknya memiliki strategi agar kecurangan tidak dilakukan klub peserta. PSSI menyiapkan beberapa cara agar kecurangan bisa ditekan, seperti mewajibkan setiap peserta memberikan laporan keuangannya seusai putaran pertama dan akhir kompetisi.
Sejauh ini tahap pertama membuat klub menjadi profesional telah dilakukan PSSI. Program itu seiring berjalannya proses asistensi klub profesional di lima kota per Senin (15/8). Tahap selanjutnya PSSI akan melakukan verifikasi dokumen pada Selasa (23/8). Setelah itu klub-klub yang akan menempati level 1 atau level 2 akan diumumkan pada Kamis (25/8).
”Untuk legalitas, pengurusan PT wajib disampaikan ke Kemenkumham. Kami akan terus bekerja keras karena semua berkas harus ada di tangan AFC, 3 September mendatang,” tandas Sihar
Sabtu, 20 Agustus 2011
JA Masuk Nominasi
Pakuan Raya - Sebagai seorang pelatih sepakbola Profesional ataupun pemain Profesional, tentunya harus akan all out membela klub yang telah memberikan pekerjaanya. Namun ketika klub yang dibelanya tiba-tiba bubar ditengah jalan, maka para pemain atau pelatih yang ada harus menerima realita tersebut. Apalagi jika kompetisi yang diarunginya juga ikut dibubarkan. Fenomena seperti ini mungkin akan sangat dirasakan bagi para pemain dan pelatih yang pernah berkiprah dan berkarya di kancah Liga Primer Indonesia.
Dibubarkannya Kompetisi Liga Primer Indonesia dan kegagalan merger yang akan ditawarkan klub-klub LPI dengan ISL dan Divisi Utama, menyebabkan banyak pemain dan pelatih klub LPI punya peluang besar untuk balik ke ISL atau Divisi Utama . Apalagi semua klub calon peserta kompetisi Level I dan II Liga Profesional saat ini belum banyak yang melakukan persiapan termasuk membentuk tim dan menetapkan pelatih.
Hal ini juga sama persis dengan kondisi yang ada di Persikabo saat ini. Karena pengurus Persikabo masih fokus kepada tahapan verifikasi yang dilakukan PSSI dan AFC.
“Persikabo belum melakukan persiapan tim. Bahkan, kita juga belum mengontak pelatih yang akan menukangi Persikabo Bogor mendatang. Kita masih fokus kepada persiapan teknis verifikasi saja. Soal seleksi kemungkinan akan dilakukan setelah ada pengumuman hasil verifikasi. Namun, sebelumnya jajaran direksi PT Persikabo akan menentukan manajemen dulu baru menetapkan pelatih. Komponen inilah yang akan bertugas melakukan seleksi para pemain Persikabo Bogor." CEO PT Persikabo Bogor, Rhendie Arindra kepada Pakar.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya memang belum bisa menetapkan pelatih yang akan menukangi Persikabo. Karena hal ini harus nyambung dengan manajer terpilih. “Memang sudah ada nama Jhon Arwandi yang sudah tahu betul atmosfir sepakbola di Bogor. Tapi jadi tidaknya Jhon Arwandi menukangi Persikabo akan ditentukan manajemen baru dan jajaran direksi juga," kilahnya
Menyinggung namanya masuk dalam bursa pelatih Persikabo Bogor untuk kompetisi Liga Profesional, Jhon Arwandi secara tegas mengatakan, ia sangat siap kalau memang diberikan kepercayaan menjadi arsitek Persikabo Bogor. Apalagi, Jhon sendiri mengaku sudah tak asing lagi dengan Persikabo dan atmosfir Kabomania.
Dibubarkannya Kompetisi Liga Primer Indonesia dan kegagalan merger yang akan ditawarkan klub-klub LPI dengan ISL dan Divisi Utama, menyebabkan banyak pemain dan pelatih klub LPI punya peluang besar untuk balik ke ISL atau Divisi Utama . Apalagi semua klub calon peserta kompetisi Level I dan II Liga Profesional saat ini belum banyak yang melakukan persiapan termasuk membentuk tim dan menetapkan pelatih.
Hal ini juga sama persis dengan kondisi yang ada di Persikabo saat ini. Karena pengurus Persikabo masih fokus kepada tahapan verifikasi yang dilakukan PSSI dan AFC.
“Persikabo belum melakukan persiapan tim. Bahkan, kita juga belum mengontak pelatih yang akan menukangi Persikabo Bogor mendatang. Kita masih fokus kepada persiapan teknis verifikasi saja. Soal seleksi kemungkinan akan dilakukan setelah ada pengumuman hasil verifikasi. Namun, sebelumnya jajaran direksi PT Persikabo akan menentukan manajemen dulu baru menetapkan pelatih. Komponen inilah yang akan bertugas melakukan seleksi para pemain Persikabo Bogor." CEO PT Persikabo Bogor, Rhendie Arindra kepada Pakar.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya memang belum bisa menetapkan pelatih yang akan menukangi Persikabo. Karena hal ini harus nyambung dengan manajer terpilih. “Memang sudah ada nama Jhon Arwandi yang sudah tahu betul atmosfir sepakbola di Bogor. Tapi jadi tidaknya Jhon Arwandi menukangi Persikabo akan ditentukan manajemen baru dan jajaran direksi juga," kilahnya
Menyinggung namanya masuk dalam bursa pelatih Persikabo Bogor untuk kompetisi Liga Profesional, Jhon Arwandi secara tegas mengatakan, ia sangat siap kalau memang diberikan kepercayaan menjadi arsitek Persikabo Bogor. Apalagi, Jhon sendiri mengaku sudah tak asing lagi dengan Persikabo dan atmosfir Kabomania.
Seleksi Menunggu Verifikasi
Pakuan Raya - Ditengah kesibukan mempersiapkan syarat syarat verfikasi dan pengisian garansi bank, jajaran direksi PT Persikabo Bogor juga tengah menyiapkan agenda seleksi kepada para pemain yang akan masuk dalam skuad Persikabo Bogor untuk ikuut dalam kompetisi Liga Profesional.
"Kita akan menunggu hasil verifikasi yang akan dilakukan PSSI dan AFC. Insya Allah tanggal 25 Agustus mendatang hasil verifikasi sudah bisa ketahui bersama. Kalau sudah ada hasil verifikasi, maka kita akan langsung bergerak melakukan seleksi pemain. Seandainya kita masuk dalam level satu. Minimal para pemain yang akan kita rekrut tentunya para pemain yang punya kualitas, loyalitas dan mau memberikan prestasi yang terbaik bagi Persikabo Bogor. Saya tegaskan, hasil verifikasi akan sangat menentukan juga soal materi pemain yang akan masuk dalam skuad Persikabo.
Namun, pada intinya saya berharap para pemain Persikabo ini akan banyak dihuni para pemain lokal Bogor dan lokal Jawa Barat. Kalaupun ada pemain dari luar Jawa Barat, minimal pemain tersebut sudah ketahuan kualitas dan loyalitasnya," ujar Chief Eksekutif Officer PT Persikabo Bogor , Rhendie Arindra kepada Pakar tadi malam via ponselnya.
Dalam hal yang sama, kata Rhendie, semua pemain asli Bogor baik yang bergabung di Persikabo, Bogor Raya FC ataupun PSB punya kesempatan yang sama masuk dalam skuad Laskar Pajajaran untuk ikut kompetisi Liga Profesional. Akan tetapi, masuk tidaknya setiap pemain dalam skuad Persikabo, minimal hal ini juga akan dipengaruhi oleh beberapa aspek penting. Salah satunya adalah kualitas bermain sepakbola, loyalitas dan siap bermain all out bagi Persikabo. Disamping itu, factor usia juga akan sangat menentukan para pemain. Pasalnya, aturan kontrak yang akan diterapkan PSSI saat ini minimal kontrak pemain itu berjangka 3 musim.
"Kami berharap, ketika jajaran pelatih melakukan tahapan seleksi pemain, maka seleksi itu benar benar menghasilkan para pemain yang berkualitas dan bisa memenuhi semua kriteria yang akan ditetapkan manajemen Persikabo Bogor," tukas Rhendie lagi.
Lebih lanjut, tambah Direktur Utama Reggy Pratama Advertising dan salah satu direksi di PT Indonesia Bersih mengatakan, mudah mudahan Persikabo bisa masuk dalam level satu. Karena kalau masuk dalam level satu, minimal akan memudahkan akses bagi jajaran direksi untuk mencari investor yang akan melakukan investasi atau kerjasama dengan Persikabo.
Sementara itu, Ketua Bogor Sport Journlist (BSJ) Asep Syahmid Pangrango mengaku setuju dengan masuknya sosok Rhendie Arindra dalam jajaran direksi PT Persikabo. Menurutnya sosok Rhendie memang sudah teruji dalam pengelolaan manajerial tim sepakbola Profesional. Selain itu, ia menilai Rhendie punya kemauan yang besar untuk memajukan dunia sepakbola Bogor. Tak heran jika beberapa waktu lalu ia melakukan studi banding tentang pengelolaan klub sepakbola Profesional. Namun demikian, kata Syahmid, seluruh elemen sepakbola di Bogor harus memahami konsekuensi ketika Persikabo masuk dalam level satu atau level dua sebagai klub Profesional yang terlepas dari bantuan APBD daerahnya. Minimal masyarakat bola di Kabupaten Bogor harus punya kesadaran diri untuk berdisiplin dalam membeli tiket pertandingan semua partai yang akan dilakukan Persikabo saat main kandang.
"Sekecil apapun pemasukan dari Tiket masuk dari semua suporter adalah nyawa atau nafas untuk kelangsungan hidup bagi Persikabo itu sendiri. Jangan sampai selama ini kita menolak merger dengan klub LPI, tapi kita sendiri masih tidak mau membeli tiket secara resmi dengan harga resmi yang telah ditetapkan oleh pihak pertandingan. Saya berharap, hal seperti ini dipahami benar oleh semua elemen masyarakat bola di Kabupaten Bogor. Sepakbola modern memang membutuhbkan banyak suporter. Namun apa artinya jika suporter yang banyak itu ternyata masih banyak yang tidak mau beli tiket sesuai harga resmi. Paradigma ini harus segera dipahami oleh semua elemen masyarakat bola yang ada di Kabupaten Bogor," tegas Syahmid.
"Kita akan menunggu hasil verifikasi yang akan dilakukan PSSI dan AFC. Insya Allah tanggal 25 Agustus mendatang hasil verifikasi sudah bisa ketahui bersama. Kalau sudah ada hasil verifikasi, maka kita akan langsung bergerak melakukan seleksi pemain. Seandainya kita masuk dalam level satu. Minimal para pemain yang akan kita rekrut tentunya para pemain yang punya kualitas, loyalitas dan mau memberikan prestasi yang terbaik bagi Persikabo Bogor. Saya tegaskan, hasil verifikasi akan sangat menentukan juga soal materi pemain yang akan masuk dalam skuad Persikabo.
Namun, pada intinya saya berharap para pemain Persikabo ini akan banyak dihuni para pemain lokal Bogor dan lokal Jawa Barat. Kalaupun ada pemain dari luar Jawa Barat, minimal pemain tersebut sudah ketahuan kualitas dan loyalitasnya," ujar Chief Eksekutif Officer PT Persikabo Bogor , Rhendie Arindra kepada Pakar tadi malam via ponselnya.
Dalam hal yang sama, kata Rhendie, semua pemain asli Bogor baik yang bergabung di Persikabo, Bogor Raya FC ataupun PSB punya kesempatan yang sama masuk dalam skuad Laskar Pajajaran untuk ikut kompetisi Liga Profesional. Akan tetapi, masuk tidaknya setiap pemain dalam skuad Persikabo, minimal hal ini juga akan dipengaruhi oleh beberapa aspek penting. Salah satunya adalah kualitas bermain sepakbola, loyalitas dan siap bermain all out bagi Persikabo. Disamping itu, factor usia juga akan sangat menentukan para pemain. Pasalnya, aturan kontrak yang akan diterapkan PSSI saat ini minimal kontrak pemain itu berjangka 3 musim.
"Kami berharap, ketika jajaran pelatih melakukan tahapan seleksi pemain, maka seleksi itu benar benar menghasilkan para pemain yang berkualitas dan bisa memenuhi semua kriteria yang akan ditetapkan manajemen Persikabo Bogor," tukas Rhendie lagi.
Lebih lanjut, tambah Direktur Utama Reggy Pratama Advertising dan salah satu direksi di PT Indonesia Bersih mengatakan, mudah mudahan Persikabo bisa masuk dalam level satu. Karena kalau masuk dalam level satu, minimal akan memudahkan akses bagi jajaran direksi untuk mencari investor yang akan melakukan investasi atau kerjasama dengan Persikabo.
Sementara itu, Ketua Bogor Sport Journlist (BSJ) Asep Syahmid Pangrango mengaku setuju dengan masuknya sosok Rhendie Arindra dalam jajaran direksi PT Persikabo. Menurutnya sosok Rhendie memang sudah teruji dalam pengelolaan manajerial tim sepakbola Profesional. Selain itu, ia menilai Rhendie punya kemauan yang besar untuk memajukan dunia sepakbola Bogor. Tak heran jika beberapa waktu lalu ia melakukan studi banding tentang pengelolaan klub sepakbola Profesional. Namun demikian, kata Syahmid, seluruh elemen sepakbola di Bogor harus memahami konsekuensi ketika Persikabo masuk dalam level satu atau level dua sebagai klub Profesional yang terlepas dari bantuan APBD daerahnya. Minimal masyarakat bola di Kabupaten Bogor harus punya kesadaran diri untuk berdisiplin dalam membeli tiket pertandingan semua partai yang akan dilakukan Persikabo saat main kandang.
"Sekecil apapun pemasukan dari Tiket masuk dari semua suporter adalah nyawa atau nafas untuk kelangsungan hidup bagi Persikabo itu sendiri. Jangan sampai selama ini kita menolak merger dengan klub LPI, tapi kita sendiri masih tidak mau membeli tiket secara resmi dengan harga resmi yang telah ditetapkan oleh pihak pertandingan. Saya berharap, hal seperti ini dipahami benar oleh semua elemen masyarakat bola di Kabupaten Bogor. Sepakbola modern memang membutuhbkan banyak suporter. Namun apa artinya jika suporter yang banyak itu ternyata masih banyak yang tidak mau beli tiket sesuai harga resmi. Paradigma ini harus segera dipahami oleh semua elemen masyarakat bola yang ada di Kabupaten Bogor," tegas Syahmid.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pertandingan Sebelumnya
On Facebook
tentang KABOMANIA
Tentang PERSIKABO
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2012
(82)
-
▼
Maret
(19)
- Persikabo Siap Curi Poin
- Putaran kedua Harus Manfaatkan Timing
- Kutunggu Janjimu RY
- Piala Indonesia 2012 Persikota Lawan Perdana Persi...
- Persikabo Tak Akan Beli Pemain Rhendie : Skuad yan...
- Persikabo Siap Hadiri Kongres PSSI
- Persikabo Wajib Menang
- Tetap Targetkan Poin Penuh
- Laga Penentu Bagi Laskar Pajajaran
- Perkusi Kabomania Kunjungi Pakar
- Ridwan Awaludin Minta Dukungan
- Persikabo Tetap Lawan Klub Level 2
- Ujang Si Maskot
- Kompetisi tak Jelas Pengaruhi Persiapan
- Sudah Saatnya Putra Daerah Unjuk Gigi
- Wawan Dermawan Absen Satu Putaran
- Persikabo Juga Was-was
- Laskar Padjajaran Meriahkan Danyon 23 Cup
- Kabomania Desak Evaluasi Tim
-
▼
Maret
(19)