Jurnal Bogor - Satu pemain muda Persikabo Bogor, yaitu Iqbal Ades sudah turun mengikuti seleksi timnas Indonesia yang dipimpin pelatih Aji Santoso di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (30/1). Belum diketahui peluang masuknya pemain asal Leuwiliang yang musim lalu di Persitara Jakarta Utara itu. Iqbal bersama 31 pemain seleksi lainnya bersaing bisa memperkuat Merah Putih di pertandingan terakhir babak Pra Piala Dunia 2014 melawan Bahrain, 29 Februari nanti.
Sedangkan skuad Laskar Pajajaran sendiri, sepulang dari Lhokseumawe bersiap-siap menjamu PSBL Langsa pada lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Persikabo, Sabtu (4/2). “Iqbal pada Minggu sore sudah kesana memenuhi panggilan,” ujar asisten pelatih Persikabo, Sairan.
Sementara sebagian pemain timnas sudah terdaftar di AFC dan FIFA, yaitu Irfan Bachdim (Persema), Syamsul Arif (Persibo), Kurnia Mega (Arema), Dendy Santoso (Arema), Gunawan Dwi Cahyo (Arema), Hendro Siswanto (Arema), Ferdinand Sinaga (Semen Padang), Abdul Rahman (Semen Padang), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), Irfan Raditya (Arema), Diego Michiels (Persija) dan Andik Vermansyah (Persebaya).
“Untuk pemain itu hari ini sampai tanggal 3 Februari mereka tidak akan ikut seleksi. Tapi untuk TC tanggal 19 Februari ada beberapa pemain yang akan ikut,” jelas Aji Santoso.
“Hari ini baru pertama latihan jadi belum maksimal. Saya belum bisa melihat kemampuan. Tapi saya yakin dalam beberapa hari ke depan saya akan melihat kemampuan mereka,” lanjutnya dilansir Detiksport.
Diterangkan suksesor Wim Wijsbergen itu, pemain yang ikut seleksi ini adalah pemain yang belum mempunyai jam terbang internasional. Namun dirinya akan berupaya mencari pemain dengan kemampuan yang tinggi. “Kalau masalah starting line up belum. Tapi saya akan melihatnya pada TC kedua di Malang. Yang pasti mereka yg sudah mempunyai pengalaman sebagai pemain nasional dipastikan akan berangkat ke Bahrain dan sekarang mencari beberapa pemain sisa. Sisanya akan didaftarkan ke AFC dan FIFA.
“Saya akan tetap memantau pemain-pemain yang sudah terdaftar di AFC, FIFA dan kompetisi. Tidak ada alasan mereka tidak dipanggil. Saya akan memilih secara fair pemain terbaik dan tidak ada intervensi,” tandas Aji.
Selasa, 31 Januari 2012
Senin, 30 Januari 2012
Terima Surat Rekomendasi Manajemen Restui Iqbal
Pakuan Raya - Setelah berinisiatif sendiri untuk menanyakan kepada pihak PSSI, atas kepastian dirinya untuk mengikuti seleksi timnas U-23, yang dipersiapkan menghadapi Bahrain di pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2014, akhirnya pihak manajemen Persikabo memberikan izin kepada Iqbal Ades.
Iqbal, yang kini tengah menjalani pemusatan latihan di Cibubur bersama 29 pemain lainnya langsung mendapatkan izin dari orang nomor satu di Persikabo, Rudi Ferdian.
"Kemarin memang berinisatif untuk meminta izin kepada Pak Rudi, dan Alhamdulilah diberikan izin. Kalau ke pelatih saya izin ke asisten, Sairan karena ponsel pelatih Suimin Diharja belum bisa dihubungi," ungkapnya kepada PAKAR, kemarin.
Mengenai targetnya di seleksi tersebut, mantan pemain Batavia Union ini mengaku akan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan posisi terbaik di skuad timnas U-23.
Seperti yang diketahui, Coach Aji Santoso, yang kini menangani skuad timnas U-23 menggantikan Rahmad Darmawan hanya akan mengambil 10 pemain dari 30 pemain yang mengikuti seleksi hingga 3 Februari mendatang.
"Insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin, latihannya kebanyakan game, dan dari situlah performa kita akan dilihat. Mengikuti seleksi timnas U-23 ini merupakan pengalaman berharga buat saya, dan pastinya tidak akan saya sia-siakan," tukasnya.
Sementara itu, Manajer Operasional Persikabo, Erwin Saleh mengatakan bahwa surat rekomendasi pemanggilan Iqbal Ades baru diterima, Senin (30/1). Sehingga, pihaknya belum berani memberikan kepastian kepada Iqbal.
"Surat dari PSSI baru diterima tadi (kemarin-red), makanya kita belum berani mengambil kepastian, takutnya Iqbal nanti tidak mendapat fasilitas di sana, tapi ternyata dia berinisiatif ke sana, yang penting dia sudah bergabung dengan pemain lainnya,"pungkasnya.
Iqbal, yang kini tengah menjalani pemusatan latihan di Cibubur bersama 29 pemain lainnya langsung mendapatkan izin dari orang nomor satu di Persikabo, Rudi Ferdian.
"Kemarin memang berinisatif untuk meminta izin kepada Pak Rudi, dan Alhamdulilah diberikan izin. Kalau ke pelatih saya izin ke asisten, Sairan karena ponsel pelatih Suimin Diharja belum bisa dihubungi," ungkapnya kepada PAKAR, kemarin.
Mengenai targetnya di seleksi tersebut, mantan pemain Batavia Union ini mengaku akan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan posisi terbaik di skuad timnas U-23.
Seperti yang diketahui, Coach Aji Santoso, yang kini menangani skuad timnas U-23 menggantikan Rahmad Darmawan hanya akan mengambil 10 pemain dari 30 pemain yang mengikuti seleksi hingga 3 Februari mendatang.
"Insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin, latihannya kebanyakan game, dan dari situlah performa kita akan dilihat. Mengikuti seleksi timnas U-23 ini merupakan pengalaman berharga buat saya, dan pastinya tidak akan saya sia-siakan," tukasnya.
Sementara itu, Manajer Operasional Persikabo, Erwin Saleh mengatakan bahwa surat rekomendasi pemanggilan Iqbal Ades baru diterima, Senin (30/1). Sehingga, pihaknya belum berani memberikan kepastian kepada Iqbal.
"Surat dari PSSI baru diterima tadi (kemarin-red), makanya kita belum berani mengambil kepastian, takutnya Iqbal nanti tidak mendapat fasilitas di sana, tapi ternyata dia berinisiatif ke sana, yang penting dia sudah bergabung dengan pemain lainnya,"pungkasnya.
Persikabo Siap Gelar Pertandingan Malam
Pakuan Raya - Setelah sekian lama tak pernah menggelar pertandingan malam, Kabomania sepertinya bakal merasakan atmosfer pertandingan malam hari seperti layaknya pertandingan klub-klub papan atas seperti Persib dan Persija Jakarta.
Setelah cukup lama dibiarkan, lampu-lampu stadion Persikabo yang dulu rusak dan tak bisa dipergunakan, kemarin terlihat tengah diperbaiki beberapa tukang. Keempat lampu stadion yang berada di setiap ujung lapangan dipasangkan masing-masing empat lampu berkekuatan 2.000 watt. Sehingga jika dijumlah total ada 16 lampu berkekuatan 2000 watt. Hal tersebut dibenarkan salah satu petugas pengelola Stadion Persikabo, Cibinong, Azis.
"Stadion Persikabo memang tengah dibenahi, kemarin ruang ganti pemain, lapangan, dan yang terakhir adalah pembenahan lampu stadion, masing-masing tiang lampu dipasangi empat lampu berkekuatan 2.000 Watt, dan jika sudah terpasang semua, Persikabo kemungkinan bisa menggelar pertandingan malam," ungkapnya ketika ditemui Pakar, di Stadion Persikabo, Senin (30/1).
Sementara itu, mendengar kabar bahagia tersebut, Salah satu masyarakat Kabupaten Bogor, Sanja Al Madari mengaku gembira jika benar Persikabo bisa menggelar pertandingan malam.
"Wah tentu sangat seru sekali, antusias masyarakat untuk menyaksikan pertandingan Persikabo tentu lebih tinggi, kita sebagai warga Bogor kan ingin melihat Persikabo bisa menggelar pertandingan seperti Persib atau klub-klub besar lainnya," tandasnya.
Setelah cukup lama dibiarkan, lampu-lampu stadion Persikabo yang dulu rusak dan tak bisa dipergunakan, kemarin terlihat tengah diperbaiki beberapa tukang. Keempat lampu stadion yang berada di setiap ujung lapangan dipasangkan masing-masing empat lampu berkekuatan 2.000 watt. Sehingga jika dijumlah total ada 16 lampu berkekuatan 2000 watt. Hal tersebut dibenarkan salah satu petugas pengelola Stadion Persikabo, Cibinong, Azis.
"Stadion Persikabo memang tengah dibenahi, kemarin ruang ganti pemain, lapangan, dan yang terakhir adalah pembenahan lampu stadion, masing-masing tiang lampu dipasangi empat lampu berkekuatan 2.000 Watt, dan jika sudah terpasang semua, Persikabo kemungkinan bisa menggelar pertandingan malam," ungkapnya ketika ditemui Pakar, di Stadion Persikabo, Senin (30/1).
Sementara itu, mendengar kabar bahagia tersebut, Salah satu masyarakat Kabupaten Bogor, Sanja Al Madari mengaku gembira jika benar Persikabo bisa menggelar pertandingan malam.
"Wah tentu sangat seru sekali, antusias masyarakat untuk menyaksikan pertandingan Persikabo tentu lebih tinggi, kita sebagai warga Bogor kan ingin melihat Persikabo bisa menggelar pertandingan seperti Persib atau klub-klub besar lainnya," tandasnya.
Striker Belum Cetak Gol Evaluasi Lini Depan Persikabo
Pakuan Raya - Empat kali laga yang sudah dihadapi Persikabo di pentas kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dilewati tanpa satu gol pun dari barisan lini depan. Janji Bomber asing Persikabo, Brima Pepito Sanusie untuk memberikan gol bagi klub berjuluk Laskar Pajajaran di kompetisi level dua PSSI ini pun belum bisa ditepatinya. Jika dibandingkan dengan pemain asing dari klub lain yang berada satu grup bersama Persikabo, mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini memang belum mampu menunjukkan kualitasnya sebagai target-man. Sebut saja, Xavi Perez. Pemain Pro Duta ini sudah mampu menciptakan dua gol bagi klubnya disusul Diallo Mamadou dari PSBL Langsa dan Abdelhadi Lakkad yang juga menyumbangkan satu gol bagi Pro Duta FC. Hal tersebut yang harus menjadi perhatian khusus bagi jajaran pelatih untuk segera mengevaluasi barisan lini depan yang masih belum mampu memproduksi gol meskipun kompetisi sudah berjalan seperempat musim. Dari keempat laga tersebut, Headcoach Persikabo, Suimin Diharja memang sudah beberapa kali melakukan rotasi pemain di lini depan. Bermula dari laga perdana mereka kontra PS Bengkulu, yang mengharuskan Pepito mendapatkan kartu merah dari wasit. Pepito sendiri harus absen di laga kedua mereka kontra Persitara. Sebagai Entreinedor yang tak mau mengandalkan Pepito, Suimin pun memutar otak dengan menjatuhkan pilihannya kepada Nico Susanto. Hal ini dilakukan karena Jibby yang seharusnya bisa menggantikan posisi Pepito belum bisa disiplin. Formasi tersebut memang membuat Bona dan kawan-kawan memiliki banyak peluang gol. Tapi, anehnya peluang tersebut tidak pernah berhasil dikonversikan menjadi sebuah gol seperti yang diinginkan Suimin. Demikian pula pada dua pertandingan tandang yang sudah mereka lakoni kemarin. Skor Kacamata di kandang Pro Duta dan kekalahan 1-0 bagi Persikabo tak luput dari mandulnya lini depan Persikabo saat ini. Masyarakat pecinta bola khususnya Kabomania pun sudah mulai berisik dengan kurang trengginasnya barisan lini depan. Mereka berharap Persikabo segera mengevaluasi lini depan, sebelum menghadapi tiga laga kandang. "Kita butuh penyerang yang haus gol, tak hanya itu komunikasi antar pemain lini depan juga harus diperbaiki, lini tengah sepertinya juga terlalu dibebankan untuk membantu pertahanan. Mungkin pelatih waktu itu lebih memilih memainkan gelandang tipe bertahan dari pada tipe menyerang, jadi hasilnya pertahanan lebih kokoh. Ya mudah-mudahan segera di evaluasi, karena tiga laga kedepan adalah laga kandang. Jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar salah satu Kabomania, Aan Suarlan dikutip dari Persikabo Bogor Lovers
Kamis, 26 Januari 2012
PSLS vs Persikabo Bogor Pertarungan Pemuncak Klasemen
Pakuan Raya - Pertandingan tensi panas bakal tersaji saat Persikabo Bogor ditantang tuan rumah PSLS Lhoukseumawe, pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama, Grup Barat, di Stadion Tunas Bangsa, Jum’at (27/1) sore ini. Kedua tim membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi di puncak klasemen.
PSLS berada di posisi kedua klasemen dengan raihan nilai enam. Tim ini mempunyai modal bagus usai mengalahkan Persikota Tangerang, (21/1). Sedangkan Persikabo berada di posisi ketiga, dengan poin lima.
Meski tidak akan diperkuat tiga pilar utama mereka yakni Mukhlis Rasyid, Zulkarnaen, dan Aang, anak asuh Nasrul Koto optimis bisa mengamankan poin penuh di kandangnya sendiri. Apalagi, tim ini bakal didukung suporter fanatiknya, Pase Mania.
Pelatih Nasrul Koto menjamin anak asuhnya bakal tampil agresif, demi perebutan posisi teratas klasemen grup barat. Berbeda dengan PSLS, Laskar Pajajaran dipastikan tampil dengan kekuatan penuh.
Sama-sama sudah menjalani tiga pertandingan, kedua tim memiliki peluang cukup besar untuk meraih poin penuh. Permasalahan lini depan menjadi polemik, karena kedua tim ini belum pernah mencetak lebih dari satu gol ke gawang lawan.
Dari tiga laga, penyerang Persikabo seperti Jibby Wuwungan, Nico Susanto dan Brima Pepito belum menciptakan gol. Di kubu PSLS, bomber asing mereka, Machia Malock belum mampu menunjukkan kelasnya sebagai pencetak gol handal.
Jika dilihat dari persiapan kedua tim, Persikabo sebenarnya satu tingkat lebih unggul ketimbang tim berjuluk Laskar Pase ini. Musim lalu Persikabo berhasil menahan imbang Laskar Pase di laga awaynya dengan skor 1-1, dan mengandaskan PSLS di Cibinong. Saat itu, Zaenal Arif menyumbang dua gol kemenangan. Namun, faktor tuan rumah yang tentunya didukung suporternya, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai anak asuh Suimin Diharja ini.
Asisten Pelatih Persikabo, John Arwandie mengaku optimis jika anak asuhnya mampu menerapkan alternatif strategi yang sudah diracik Suimin Diharja dengan baik, Tugi Hadi dkk. dipastikan mampu mempermalukan anak asuh Nasrul Koto di kandang mereka sendiri.
“Lini depan memang cukup menjadi perhatian kami untuk dibenahi, dan kami tim pelatih sudah menyiapkan beberapa alternatif strategi. Insya Allah poin penuh bisa kita raih di laga tandang ini,” ucap John Arwadnie kemarin.
Meskipun timnya kini tengah dihinggapi rasa percaya diri, Asisten Suimin Diharja ini mengaku ada beberapa nama pemain PSLS yang wajib diwaspadai Persikabo.
“Pemain-pemain mereka tidak boleh dianggap remeh, kita memang belum pernah kalah dari tim PSLS, tapi bukan berarti kita bisa memenangkan pertandingan dengan mudah. Kuncinya konsentrasi dan fokus, kalau mereka (pemain.red) tidak fokus, ya bisa saja kita kalah,” tukasnya.
PSLS berada di posisi kedua klasemen dengan raihan nilai enam. Tim ini mempunyai modal bagus usai mengalahkan Persikota Tangerang, (21/1). Sedangkan Persikabo berada di posisi ketiga, dengan poin lima.
Meski tidak akan diperkuat tiga pilar utama mereka yakni Mukhlis Rasyid, Zulkarnaen, dan Aang, anak asuh Nasrul Koto optimis bisa mengamankan poin penuh di kandangnya sendiri. Apalagi, tim ini bakal didukung suporter fanatiknya, Pase Mania.
Pelatih Nasrul Koto menjamin anak asuhnya bakal tampil agresif, demi perebutan posisi teratas klasemen grup barat. Berbeda dengan PSLS, Laskar Pajajaran dipastikan tampil dengan kekuatan penuh.
Sama-sama sudah menjalani tiga pertandingan, kedua tim memiliki peluang cukup besar untuk meraih poin penuh. Permasalahan lini depan menjadi polemik, karena kedua tim ini belum pernah mencetak lebih dari satu gol ke gawang lawan.
Dari tiga laga, penyerang Persikabo seperti Jibby Wuwungan, Nico Susanto dan Brima Pepito belum menciptakan gol. Di kubu PSLS, bomber asing mereka, Machia Malock belum mampu menunjukkan kelasnya sebagai pencetak gol handal.
Jika dilihat dari persiapan kedua tim, Persikabo sebenarnya satu tingkat lebih unggul ketimbang tim berjuluk Laskar Pase ini. Musim lalu Persikabo berhasil menahan imbang Laskar Pase di laga awaynya dengan skor 1-1, dan mengandaskan PSLS di Cibinong. Saat itu, Zaenal Arif menyumbang dua gol kemenangan. Namun, faktor tuan rumah yang tentunya didukung suporternya, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai anak asuh Suimin Diharja ini.
Asisten Pelatih Persikabo, John Arwandie mengaku optimis jika anak asuhnya mampu menerapkan alternatif strategi yang sudah diracik Suimin Diharja dengan baik, Tugi Hadi dkk. dipastikan mampu mempermalukan anak asuh Nasrul Koto di kandang mereka sendiri.
“Lini depan memang cukup menjadi perhatian kami untuk dibenahi, dan kami tim pelatih sudah menyiapkan beberapa alternatif strategi. Insya Allah poin penuh bisa kita raih di laga tandang ini,” ucap John Arwadnie kemarin.
Meskipun timnya kini tengah dihinggapi rasa percaya diri, Asisten Suimin Diharja ini mengaku ada beberapa nama pemain PSLS yang wajib diwaspadai Persikabo.
“Pemain-pemain mereka tidak boleh dianggap remeh, kita memang belum pernah kalah dari tim PSLS, tapi bukan berarti kita bisa memenangkan pertandingan dengan mudah. Kuncinya konsentrasi dan fokus, kalau mereka (pemain.red) tidak fokus, ya bisa saja kita kalah,” tukasnya.
Persikabo Siap Kudeta Pro Duta
Kabomania.org - Rhendie Arindra selaku Direktur Operasional PERSIKABO menyampaikan kembali harapannya agar pada sore hari ini tim Laskar Padjadjaran dapat meraih kemenangan, dan merealisasikan target untuk membawa pulang 3 poin. Rhendie pun mengungkapkan rasa optimismenya dengan sebuah pernyataan yang tegas, “Kudeta Pro-Duta dari pimpinan klasemen sementara.” Demikian disampaikan Rendie pada siaran pers Persikabo yang redaksi terima pagi ini.
Harapan yang sama disampaikan oleh Kabomania, para pendukung loyal kesebelasan yang berjuluk Lasykar Pajajaran ini, seperti yang disampaikan dalam media sosial Twitter dan Facebook Persikabo Bogor Lavers, para Kabomania sudah mencium aroma kemenangan dan siap untuk merayakannya.
Dalam siaran Pers Persikabo disebutkan, sesuai dengan jadwal, tidak lama lagi Kick-Off pertandingan Divisi Utama antara tuan rumah PSLS Lhokseumawe dan PERSIKABO akan dilangsungkan. Dalam hitungan jam, kedua tim akan segera beraksi di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe. Hal ini salah satunya ditandai dengan agenda technical meeting yang berlangsung pada Kamis (26/01) malam kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam technical meeting yang diadakan di Kantor Pemkot Lhokseumawe tersebut, ada dua poin penting yang telah dapat dipastikan. Yakni mengenai seragam tim yang akan dikenakan dan juga waktu kick-off pertandingannya. “Besok PERSIKABO memakai kostum kebesaran warna hijau-hijau, dan waktu kick-off nya sendiri akan dimulai pada pukul 16.10 WIB.” Demikian keterangan singkat dari Budi Harto, Team Manager PERSIKABO saat dihubungi tadi malam melalui layanan pesan singkat (SMS).
Ikut menghadiri technical meeting semalam adalah asisten pelatih PERSIKABO, John Arwandi. Dimintai komentarnya soal uji coba lapangan yang berlangsung pagi hari kemarin, ia menerangkan bahwa proses uji coba tersebut berjalan dengan sangat baik. “Tak ada gangguan sama sekali, dan anak-anak juga gembira dalam menjalani proses adaptasi lapangan maupun cuaca di Lhokseumawe ini.” Lebih lanjut,
Semalam mantan arsitek Bogor Raya FC ini juga menyampaikan tentang kondisi tim terkini dan juga skuad yang dipersiapkan. “Suasana tim saat ini semakin baik dan anak-anak juga terbebas dari cedera. Tapi mengenai siapa-siapa pemain yang akan diturunkan, kita masih akan melihat hasil latihan ringan besok pagi.” Ujar John yang makin menggambarkan bahwa PERSIKABO selalu berusaha untuk tampil
maksimal, termasuk dalam pertandingan hari ini (Jumat 27/01) sore nanti.
Harapan yang sama disampaikan oleh Kabomania, para pendukung loyal kesebelasan yang berjuluk Lasykar Pajajaran ini, seperti yang disampaikan dalam media sosial Twitter dan Facebook Persikabo Bogor Lavers, para Kabomania sudah mencium aroma kemenangan dan siap untuk merayakannya.
Dalam siaran Pers Persikabo disebutkan, sesuai dengan jadwal, tidak lama lagi Kick-Off pertandingan Divisi Utama antara tuan rumah PSLS Lhokseumawe dan PERSIKABO akan dilangsungkan. Dalam hitungan jam, kedua tim akan segera beraksi di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe. Hal ini salah satunya ditandai dengan agenda technical meeting yang berlangsung pada Kamis (26/01) malam kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam technical meeting yang diadakan di Kantor Pemkot Lhokseumawe tersebut, ada dua poin penting yang telah dapat dipastikan. Yakni mengenai seragam tim yang akan dikenakan dan juga waktu kick-off pertandingannya. “Besok PERSIKABO memakai kostum kebesaran warna hijau-hijau, dan waktu kick-off nya sendiri akan dimulai pada pukul 16.10 WIB.” Demikian keterangan singkat dari Budi Harto, Team Manager PERSIKABO saat dihubungi tadi malam melalui layanan pesan singkat (SMS).
Ikut menghadiri technical meeting semalam adalah asisten pelatih PERSIKABO, John Arwandi. Dimintai komentarnya soal uji coba lapangan yang berlangsung pagi hari kemarin, ia menerangkan bahwa proses uji coba tersebut berjalan dengan sangat baik. “Tak ada gangguan sama sekali, dan anak-anak juga gembira dalam menjalani proses adaptasi lapangan maupun cuaca di Lhokseumawe ini.” Lebih lanjut,
Semalam mantan arsitek Bogor Raya FC ini juga menyampaikan tentang kondisi tim terkini dan juga skuad yang dipersiapkan. “Suasana tim saat ini semakin baik dan anak-anak juga terbebas dari cedera. Tapi mengenai siapa-siapa pemain yang akan diturunkan, kita masih akan melihat hasil latihan ringan besok pagi.” Ujar John yang makin menggambarkan bahwa PERSIKABO selalu berusaha untuk tampil
maksimal, termasuk dalam pertandingan hari ini (Jumat 27/01) sore nanti.
Pemain Persikabo Hobi Tato
Pakuan Raya - BAGI sebagian pemain bola, memiliki tato di bagian tubuh memang sudah menjadi trend. Tak hanya pemain sepakbola dunia, memiliki tato bahkan sudah bukan menjadi hal tabu lagi bagi pemain sepakbola Indonesia. Sebut saja Irfan Bachdim, Diego Michel, dan beberapa pemain lainnya, tanpa malu-malu mereka pun melukis bagian tubuh mereka yang cukup mencolok, seperti di tangan dan di kaki.
Fenomena hobi tato pun dialami pemain Persikabo. Tak sedikit para punggawa Laskar Pajajaran yang mengukir tubuhnya dengan gambar-gambar yang memiliki makna tersendiri. Sebut saja Bona Simanjuntak, Jibby Wuwungan, Edward Valuta, dan Imam Hombardo.
Alasan tato mereka pun berbeda-beda, ada yang karena hobi, ada pula yang ditato karena merupakan wujud keharusan di daerahnya, seperti yang dimiliki Imam Hombardo. Ada cerita menarik dari Tato yang dimiliki Imam. Tato tersebut tak pernah sengaja dibuat Imam untuk gaya-gayaan atau sekedar ingin dibilang sangar atau sebagainya. Melainkan, tato tersebut adalah kenang-kenangan dari ayah angkatnya saat Ia sedang mengadu nasib di Singkawang, Kalimantan.
"Ini tato baru saja dibuat pada saat saya berusia 18 tahun, dan ini diberi Ayah angkat saya yang ada di Singkawang. Ini pertanda kalau saya sudah dewasa, dan di suku dayak namanya tradisi gaway dayak, pemuda pemudi dayak yang sudah dewasa pasti punya tato seperti ini," ujar Imam saat dijumpai Pakar di mess Persikabo beberapa waktu lalu.
Fenomena hobi tato pun dialami pemain Persikabo. Tak sedikit para punggawa Laskar Pajajaran yang mengukir tubuhnya dengan gambar-gambar yang memiliki makna tersendiri. Sebut saja Bona Simanjuntak, Jibby Wuwungan, Edward Valuta, dan Imam Hombardo.
Alasan tato mereka pun berbeda-beda, ada yang karena hobi, ada pula yang ditato karena merupakan wujud keharusan di daerahnya, seperti yang dimiliki Imam Hombardo. Ada cerita menarik dari Tato yang dimiliki Imam. Tato tersebut tak pernah sengaja dibuat Imam untuk gaya-gayaan atau sekedar ingin dibilang sangar atau sebagainya. Melainkan, tato tersebut adalah kenang-kenangan dari ayah angkatnya saat Ia sedang mengadu nasib di Singkawang, Kalimantan.
"Ini tato baru saja dibuat pada saat saya berusia 18 tahun, dan ini diberi Ayah angkat saya yang ada di Singkawang. Ini pertanda kalau saya sudah dewasa, dan di suku dayak namanya tradisi gaway dayak, pemuda pemudi dayak yang sudah dewasa pasti punya tato seperti ini," ujar Imam saat dijumpai Pakar di mess Persikabo beberapa waktu lalu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pertandingan Sebelumnya
On Facebook
tentang KABOMANIA
Tentang PERSIKABO
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2012
(82)
-
▼
Maret
(19)
- Persikabo Siap Curi Poin
- Putaran kedua Harus Manfaatkan Timing
- Kutunggu Janjimu RY
- Piala Indonesia 2012 Persikota Lawan Perdana Persi...
- Persikabo Tak Akan Beli Pemain Rhendie : Skuad yan...
- Persikabo Siap Hadiri Kongres PSSI
- Persikabo Wajib Menang
- Tetap Targetkan Poin Penuh
- Laga Penentu Bagi Laskar Pajajaran
- Perkusi Kabomania Kunjungi Pakar
- Ridwan Awaludin Minta Dukungan
- Persikabo Tetap Lawan Klub Level 2
- Ujang Si Maskot
- Kompetisi tak Jelas Pengaruhi Persiapan
- Sudah Saatnya Putra Daerah Unjuk Gigi
- Wawan Dermawan Absen Satu Putaran
- Persikabo Juga Was-was
- Laskar Padjajaran Meriahkan Danyon 23 Cup
- Kabomania Desak Evaluasi Tim
-
▼
Maret
(19)