Radar Bogor - Eks bomber Persitara dan Persema Malang, Papito, yang baru saja bergabung bersama Laskar Pajajaran, diragukan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Persikabo. Indikasinya terlihat pada laga uji coba kontra Persiram di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (26/11) lalu.
Headcoach Suimin Diharja sengaja menginstruksikan agar pemain lain tidak memberikan bola servis kepada Papito, untuk melihat sejauh mana kemampuannya.Namun, sebagai striker berkelas, ia gagal memanfaatkan peluang mentah atau mencari kesempatan untuk membahayakan gawang lawan.
“Kalau dia benar-benar striker berkelas, harusnya bisa membuka peluang, tapi kan nyatanya tidak. Screening ball, naluri gol dan sprint-nya pun tak terlihat. Tidak ada peluang berbahaya yang diciptakannya, makanya saya ragu,” jelas pengamat sepakbola, Yudi Agus Soleh, kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, jika Persikabo tidak memiliki anggaran untuk memboyong legiun asing ke Cibinong, lebih baik merekrut pemain lokal atau putra daerah yang kualitasnya tak kalah menawan. “Ya, daripada melakukan pem belian yang terkesan dipaksakan,” tegas Yudi lagi.
Kendati saat membela Persema, Papito menunjukkan kualitasnya, saat ini kondisinya berbeda. “Tidak bisa disamakan, jadi pembelian Papito ini bisa dikatakan asal-asalan.
Saya kaget, bukannya Persikabo memboyong Alfredo malah Papito. Padahal, kualitasnya jauh berbeda,” tutur mantan penjaga gawang Persikabo era 1980-an ini.
Sementara itu, Suimin Diharja mengatakan, perekrutan Papito dilakukan atas beberapa pertimbangan matang. Di antaranya, kua litas Papito yang sudah teruji saat memperkuat Persema dan Persitara. “Di samping itu, dia merupakan yang terbaik di antara Cano dan William. Jadi, bukan perekrutan asal-asalan,” ungkapnya.
Suimin menambahkan, salah tidaknya pembelian Papito baru akan diketahui setelah roda kompetisi bergulir. Bila ia tak mampu memberikan kontribusi maksimal, baru dapat diakatakan sebagai kegagalan pembelian. “Kalau sekarang belum bisa dilihat gagal atau tidaknya. Tapi, Abang yakin kualitas Papito tak berbeda jauh dari sebelumnya,” tukas Suimin.
Selasa, 29 November 2011
Persikabo Matangkan Pemain Pelapis
Jurnal Bogor - Skuad Persikabo Kabupaten Bogor mengemban misi mematangkan pemain pelapis pada ujicoba dengan Persiram Raja Ampat, Papua Barat di Stadion Persikabo, Sabtu (26/11). Ini juga bagian dari rangkaian persiapan Laskar Pajajaran di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Desember. Rotasi beberapa pemain dilakukan untuk melihat performa pemain pelapis.
“Abang mesti melihat bagaimana permainan anak-anak, khususnya pemain muda,” jelas pelatih Suimin Diharja, kemarin.
Pertemuan kedua tim baru terjadi setelah di Liga Indonesia sebelumnya, tak pernah jumpa. Suimin memastikan kesempatan tampil pemain muda karena mayoritas pemain ini bukan berangkat dari kompetisi liga melainkan lokal. Tantangan tersendiri baginya yang bakal mengangkatnya. “Tentunya yang tampil baik yang bisa menghuni tim,” ungkap Suimin yang bakal mendaftarkan 20 pemainnya ke PSSI sehingga tersisa 10 pemain lagi yang didaftarkan menyusul.
Pelatih khusus fisik, John Arwandi juga memastikan skuad Persikabo telah mencapai kondisi fisik 80-90 persen sehingga sudah bisa meladeni permainan Persiram. Secara keseluruhan pemainnya sudah memenuhi performa. “Berdasarkan program latihan saat ini kondisinya cukup bagus,” kata dia.
Sedangkan Persiram asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah sendiri, saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengawali kiprahnya di Indonesia Super League (ISL) yang rencananya melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/12). Persiram pada Divisi Utama Liga Indonesia musim lalu gagal ke semifinal dikalahkan Gresik United, namun ke ISL karena diikutsertakan PT Liga Indonesia.
“Abang mesti melihat bagaimana permainan anak-anak, khususnya pemain muda,” jelas pelatih Suimin Diharja, kemarin.
Pertemuan kedua tim baru terjadi setelah di Liga Indonesia sebelumnya, tak pernah jumpa. Suimin memastikan kesempatan tampil pemain muda karena mayoritas pemain ini bukan berangkat dari kompetisi liga melainkan lokal. Tantangan tersendiri baginya yang bakal mengangkatnya. “Tentunya yang tampil baik yang bisa menghuni tim,” ungkap Suimin yang bakal mendaftarkan 20 pemainnya ke PSSI sehingga tersisa 10 pemain lagi yang didaftarkan menyusul.
Pelatih khusus fisik, John Arwandi juga memastikan skuad Persikabo telah mencapai kondisi fisik 80-90 persen sehingga sudah bisa meladeni permainan Persiram. Secara keseluruhan pemainnya sudah memenuhi performa. “Berdasarkan program latihan saat ini kondisinya cukup bagus,” kata dia.
Sedangkan Persiram asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah sendiri, saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengawali kiprahnya di Indonesia Super League (ISL) yang rencananya melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/12). Persiram pada Divisi Utama Liga Indonesia musim lalu gagal ke semifinal dikalahkan Gresik United, namun ke ISL karena diikutsertakan PT Liga Indonesia.
Koordinasi Buruk laskar padjajaran
Radar Bogor - Kendati tim telah melakukan berbagai persiapan untuk tampil dihadapan publik sendiri, namun Laskar Pajajaran masih belum mampu membungkam Persiram Raja Ampat dalam laga ujicoba yang berlangsung di Stadion Persikabo Cibinong, setelah skuad besutan Suimin Diharja itu ditaham imbang 2-2, kemarin.
Pada duel eksebisi itu, gol pembuka diciptakan oleh Persiram melalui Nasution Karbubu di menit ke-42, kemudian pada menit ke-70 berkat sontekan Kubai. Sedangkan, Persikabo baru bisa membalas lewat sundulan Jibby Wuwungan di menit ke-78, setelah memanfaatkan umpan Mulyani. Empat belas menit berselang, Laskar Pajajaran sukses menyamakan kedudukan dari hadiah pinalti, karena Benson melakukan hands ball. Skor 2-2 bertahan hingga laga bubar.
Dalam laga ujicoba memang bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, namun untuk memperbaiki kekurangan sebuah tim, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Suimin Diharja.
Koordinasi antar lini Laskar Pajajaran masih belum optimal dan tanpa skema jelas, bahkan serangan yang dibangun oleh Bona Simanjuntak cs terkesan monoton, sehingga para punggawa Persiram dengan mudah menanggulanginya. Tak hanya itu, performa striker anyar Persikabo, Papito belum memberikan kontribusi.
“Abang memang akui koordinasi antar lini masih buruk, sehingga banyak bola lepas. Barisan depan juga kurang tenang dalam penyelesaian akhir, ditambah dengan serangan yang monoton. Nah, ini menjadi pekerjaan rumah untuk segera membenahi ini,” ungkap Suimin kepada Radar Bogor, usai pertandingan.
Menurut dia, Laskar Pajajaran masih memiliki kekurangan yakni, transisi menyerang ke bertahan ataupun sebaliknya. “Ya trnasisi juga kurang terlihat sama sekali, tak seperti biasanya. Pokoknya hari ini anak-anak main tak bagus,” tegas pria berjuluk Pelatih Kampung ini.
Ia berjanji, akan terus melakukan pematangan dengan melakukan ujicoba melawan Persitual Maluku pada Senin (28/11) dan bentrok Persiter Ternate, Rabu (30/11) mendatang. “Saya akan melakukan ujicoba lagi, nanti kita lihat apakah anak-anak masih bermain seperti tadi atau tidak. Kan ujicoba ini bukan mencari siapa yang kalah dan menang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelatih Persiram, Sutan Harhara mengaku, tak puas dengan hasil ini dan menyalahkan gaya kepemimpinan wasita yang buruk.
“Saya nggak puas, harusnya wasit bisa melihat ini kan laga ujicoba, jangan dibawa serius. Kita ini ingin tahu diamana letak kekurangan. Apalagi, Sabtu (3/12) kami mau melawan Persib. Ya, kalau Persikabo mainnya lumayan bagus lah,” pungkasnya.
Pada duel eksebisi itu, gol pembuka diciptakan oleh Persiram melalui Nasution Karbubu di menit ke-42, kemudian pada menit ke-70 berkat sontekan Kubai. Sedangkan, Persikabo baru bisa membalas lewat sundulan Jibby Wuwungan di menit ke-78, setelah memanfaatkan umpan Mulyani. Empat belas menit berselang, Laskar Pajajaran sukses menyamakan kedudukan dari hadiah pinalti, karena Benson melakukan hands ball. Skor 2-2 bertahan hingga laga bubar.
Dalam laga ujicoba memang bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, namun untuk memperbaiki kekurangan sebuah tim, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Suimin Diharja.
Koordinasi antar lini Laskar Pajajaran masih belum optimal dan tanpa skema jelas, bahkan serangan yang dibangun oleh Bona Simanjuntak cs terkesan monoton, sehingga para punggawa Persiram dengan mudah menanggulanginya. Tak hanya itu, performa striker anyar Persikabo, Papito belum memberikan kontribusi.
“Abang memang akui koordinasi antar lini masih buruk, sehingga banyak bola lepas. Barisan depan juga kurang tenang dalam penyelesaian akhir, ditambah dengan serangan yang monoton. Nah, ini menjadi pekerjaan rumah untuk segera membenahi ini,” ungkap Suimin kepada Radar Bogor, usai pertandingan.
Menurut dia, Laskar Pajajaran masih memiliki kekurangan yakni, transisi menyerang ke bertahan ataupun sebaliknya. “Ya trnasisi juga kurang terlihat sama sekali, tak seperti biasanya. Pokoknya hari ini anak-anak main tak bagus,” tegas pria berjuluk Pelatih Kampung ini.
Ia berjanji, akan terus melakukan pematangan dengan melakukan ujicoba melawan Persitual Maluku pada Senin (28/11) dan bentrok Persiter Ternate, Rabu (30/11) mendatang. “Saya akan melakukan ujicoba lagi, nanti kita lihat apakah anak-anak masih bermain seperti tadi atau tidak. Kan ujicoba ini bukan mencari siapa yang kalah dan menang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelatih Persiram, Sutan Harhara mengaku, tak puas dengan hasil ini dan menyalahkan gaya kepemimpinan wasita yang buruk.
“Saya nggak puas, harusnya wasit bisa melihat ini kan laga ujicoba, jangan dibawa serius. Kita ini ingin tahu diamana letak kekurangan. Apalagi, Sabtu (3/12) kami mau melawan Persib. Ya, kalau Persikabo mainnya lumayan bagus lah,” pungkasnya.
Koordinasi masih Lemah
Radar Bogor - Persikabo yang memilih berkompetisi di Indonesia Primer League (IPL), dinilai belum matang sebagai sebuah tim. Armada besutan Suimin Diharja itu masih menyimpan banyak kekurangan
saat melakoni uji coba menghadapi Nusaina FC Maluku di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin.Pada pertandingan tersebut, Persikabo tampil mendominasi hingga menang dengan skor telak 3-1. Laskar Pajajaran sempat kecolongan terlebih dahulu melalui gol Rahman Tewatuel di menit 27, beruntung Holik bisa menyamakan kedudukan pada menit 28. Setelah memanfaatkan umpan silang alumni PERY Ke-3, Andi Sofyan.
Erik Ebol cs kembali memperbesar keunggulan di menit 38 melalui aksi individu Andi Sofyan yang berhasil melewati dua bek dan kiper Nusaina FC. Pesepakbola asal Gunung Putri itu kembali menggetarkan gawang pasukan mutiara hitam saat pertandingan memasuki menit ke 65, setelah memaksimalkan umpan Morgan. Skor 3-1 bertahan hingga laga bubar.
Namun, hasil tersebut belum memuaskan Asisten Pelatih Persikabo, Saeran. Dia menilai koordinasi dan komunikasi antar lini masih belum tertata apik. “Anak-anak bermain kurang kompak. Baik saat menyerang, bertahan hingga penguasaan bola. Penyelesaian akhir juga masih kurang.
Harusnya kita bisa menang lebih dari tiga gol. Peluang kita banyak kok,” ujarnya kepada Radar Bogor usai pertandingan Menurutnya, koordinasi antar pemain merupakan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi oleh Laskar Pajajaran jika ingin berbicara di kancah sepakbola nasional.
“Kami akan fokuskan pembenahan kepada oordinasi, tetapi jika dibandingkan saat melawan Persiram akhir pekan lalu. Sekarang jauh lebih baik,” tegas mantan winger Persikabo itu.
Lebih lanjut, kata Saeran, diturunkannya pemain muda dalam laga eksebisi tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman dan jam terbang lebih. Sehingga saat kompetisi dihelat, pemain telah siap secara fisik maupun mental. “Pemain muda yang kami miliki memang harus dikasih kesempatan bertanding supaya punya jam terbang. Lagi pula yang kami turunkan ini tidak dimainkan saat bentrok Persiram,” tutur dia.
Koordinasi dan komunikasi para punggawa Laskar Pajajaran juga akan kembali diuji saat berhadapan dengan Persiter Ternate di Stadion Persikabo Cibinong, pada Rabu (30/11) mendatang. “Kita akan menguji lagi para pemain, soalnya ujicoba ini hanya untuk menentukan starting line up Persikabo. Jadi pemain harus bisa mengerahkan segala kemampuannya,” pungkas dia.
saat melakoni uji coba menghadapi Nusaina FC Maluku di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin.Pada pertandingan tersebut, Persikabo tampil mendominasi hingga menang dengan skor telak 3-1. Laskar Pajajaran sempat kecolongan terlebih dahulu melalui gol Rahman Tewatuel di menit 27, beruntung Holik bisa menyamakan kedudukan pada menit 28. Setelah memanfaatkan umpan silang alumni PERY Ke-3, Andi Sofyan.
Erik Ebol cs kembali memperbesar keunggulan di menit 38 melalui aksi individu Andi Sofyan yang berhasil melewati dua bek dan kiper Nusaina FC. Pesepakbola asal Gunung Putri itu kembali menggetarkan gawang pasukan mutiara hitam saat pertandingan memasuki menit ke 65, setelah memaksimalkan umpan Morgan. Skor 3-1 bertahan hingga laga bubar.
Namun, hasil tersebut belum memuaskan Asisten Pelatih Persikabo, Saeran. Dia menilai koordinasi dan komunikasi antar lini masih belum tertata apik. “Anak-anak bermain kurang kompak. Baik saat menyerang, bertahan hingga penguasaan bola. Penyelesaian akhir juga masih kurang.
Harusnya kita bisa menang lebih dari tiga gol. Peluang kita banyak kok,” ujarnya kepada Radar Bogor usai pertandingan Menurutnya, koordinasi antar pemain merupakan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi oleh Laskar Pajajaran jika ingin berbicara di kancah sepakbola nasional.
“Kami akan fokuskan pembenahan kepada oordinasi, tetapi jika dibandingkan saat melawan Persiram akhir pekan lalu. Sekarang jauh lebih baik,” tegas mantan winger Persikabo itu.
Lebih lanjut, kata Saeran, diturunkannya pemain muda dalam laga eksebisi tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman dan jam terbang lebih. Sehingga saat kompetisi dihelat, pemain telah siap secara fisik maupun mental. “Pemain muda yang kami miliki memang harus dikasih kesempatan bertanding supaya punya jam terbang. Lagi pula yang kami turunkan ini tidak dimainkan saat bentrok Persiram,” tutur dia.
Koordinasi dan komunikasi para punggawa Laskar Pajajaran juga akan kembali diuji saat berhadapan dengan Persiter Ternate di Stadion Persikabo Cibinong, pada Rabu (30/11) mendatang. “Kita akan menguji lagi para pemain, soalnya ujicoba ini hanya untuk menentukan starting line up Persikabo. Jadi pemain harus bisa mengerahkan segala kemampuannya,” pungkas dia.
Persikabo Kalahkan Nusaina Maluku FC
InformasiBogor - Menurunkan pemain muda, tim Persikabo Bogor berhasil unggul 3-1 (2-1) atas lawannya Nusaina Maluku pada pertandingan persahabatan di Stadion Persikabo, Cibinong, Senin (28/11) sore.
Persikabo tertinggal satu gol saat penyerang Rahman berhasil merobek jala gawang Ariek SB pada menit ke-28. Persikabo segera merespon tersebut dan satu menit kemudian membalas melalui kaki Khalid.
Tim “Laskar Pajajaran” akhirnya unggul setelah Andi Sofyan memborong dua gol masing-masing pada menit ke-38 dan 76. Asisten pelatih Persikabo, Sairan usai pertandingan mengatakan, secara keseluruhan para pemain muda tampil maksimal. Hanya saja, masih ada yang meski diperbaiki.
“Pemain sudah menunjukan peningkatan. Tapi belum sepenuhnya bagus. Organisasi dan kerjasama masih harus diperbaiki,” katanya. Sairan menambahkan, kualitas bermain mulai dari segi taktik, teknik dan fisik memang menjadi penilaian pada uji coba tersebut. “Kita akan melakukan evaluasi kepada pemain muda dan akan kembali kami lakukan penilaian pada ujicoba selanjutnya,” tutupnya.
Persikabo tertinggal satu gol saat penyerang Rahman berhasil merobek jala gawang Ariek SB pada menit ke-28. Persikabo segera merespon tersebut dan satu menit kemudian membalas melalui kaki Khalid.
Tim “Laskar Pajajaran” akhirnya unggul setelah Andi Sofyan memborong dua gol masing-masing pada menit ke-38 dan 76. Asisten pelatih Persikabo, Sairan usai pertandingan mengatakan, secara keseluruhan para pemain muda tampil maksimal. Hanya saja, masih ada yang meski diperbaiki.
“Pemain sudah menunjukan peningkatan. Tapi belum sepenuhnya bagus. Organisasi dan kerjasama masih harus diperbaiki,” katanya. Sairan menambahkan, kualitas bermain mulai dari segi taktik, teknik dan fisik memang menjadi penilaian pada uji coba tersebut. “Kita akan melakukan evaluasi kepada pemain muda dan akan kembali kami lakukan penilaian pada ujicoba selanjutnya,” tutupnya.
Selasa, 20 September 2011
Zaenal Arief Berlabuh di Bantul?
Pakuan Raya - Persikabo dipastikan gagal merekrut Choi Dong Soo untuk masuk ke dalam skuad Persikabo. Pasalnya mantan Striker Persisam Samarinda diketahui mengikuti seleksi pemain di klub Persija Jakarta di latihan perdana Persikabo, Senin (19/9) kemarin. Tak hanya itu, mantan ikon Persikabo musim lalu, Zaenal Arief juga secara mengejutkan telah mengikuti seleksi pemain di Persiba Bantul. Bersama pemain seleksi lainnya, yakni Eduardo Bizarro (stopper), Han Sang Min (gelandang), Peng Fei Zhu (stopper) maupun Yi Da Wong (striker), mantan bomber Timnas Piala Asia 2007 ini turut mengadu peruntungan di Stadion Sultan Agung, Senin (19/9) kemarin.
Sementara itu, Zaenal Arif saat dikonfirmasi Pakar mengaku jika dirinya memang kemarin mengikuti seleksi di klub kebanggaan Paserbumi tersebut. Namun, tawaran nilai kontrak yang tak sesuai dengan keinginannya membuat Kang Abo, sapaan akrab Zaenal Arief mengurungkan niatnya untuk berlabuh di klub yang optimis bakal berlaga di kompetisi tertinggi PSSI ini.
“Ya kemarin saya memang mengikuti seleksi, tapi waktu nego dengan manajemen nggak cocok dengan yang saya inginkan , ya sudah saya mundur saja dari Persiba," ujar Abo kepada Pakar, kemarin.
Keikutsertaan Abo dalam seleksi pemain Persiba dikarenakan hingga saat ini pihak Persikabo memang tak kunjung mengontak dirinya untuk segera bergabung dengan klub berkostum hijau-hijau ini. Untuk itu, Ia langsung mengambil langkah cepat untuk mengikuti seleksi ke klub lain.
“Ya saya memang tak kunjung di kontak sama Persikabo, ya daripada menunggu yang tidak pasti, lebih baik saya ikut seleksi di klub lain dulu, ya mungkin Persikabo tidak mau pakai tenaga saya lagi, walaupun sejujurnya saya masih ingin memperkuat Persikabo," paparnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini Ia akan merumput di klub yang bakal berlaga di level 1. Namun, saat ditanya klub mana yang akan jadi akan disinggahinya musim ini, ayah satu anak ini masih enggan mengungkapkannya.
"Mungkin saya bakal main di level 1 teh, nanti kalau sudah pasti saya kabari,"tandasnya.
Sementara itu, Zaenal Arif saat dikonfirmasi Pakar mengaku jika dirinya memang kemarin mengikuti seleksi di klub kebanggaan Paserbumi tersebut. Namun, tawaran nilai kontrak yang tak sesuai dengan keinginannya membuat Kang Abo, sapaan akrab Zaenal Arief mengurungkan niatnya untuk berlabuh di klub yang optimis bakal berlaga di kompetisi tertinggi PSSI ini.
“Ya kemarin saya memang mengikuti seleksi, tapi waktu nego dengan manajemen nggak cocok dengan yang saya inginkan , ya sudah saya mundur saja dari Persiba," ujar Abo kepada Pakar, kemarin.
Keikutsertaan Abo dalam seleksi pemain Persiba dikarenakan hingga saat ini pihak Persikabo memang tak kunjung mengontak dirinya untuk segera bergabung dengan klub berkostum hijau-hijau ini. Untuk itu, Ia langsung mengambil langkah cepat untuk mengikuti seleksi ke klub lain.
“Ya saya memang tak kunjung di kontak sama Persikabo, ya daripada menunggu yang tidak pasti, lebih baik saya ikut seleksi di klub lain dulu, ya mungkin Persikabo tidak mau pakai tenaga saya lagi, walaupun sejujurnya saya masih ingin memperkuat Persikabo," paparnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini Ia akan merumput di klub yang bakal berlaga di level 1. Namun, saat ditanya klub mana yang akan jadi akan disinggahinya musim ini, ayah satu anak ini masih enggan mengungkapkannya.
"Mungkin saya bakal main di level 1 teh, nanti kalau sudah pasti saya kabari,"tandasnya.
Kabomania Citeureup Dukung Maulana
Pakuan Raya - Terpilihanya sosok Maulana Alamsyah sebagai Ketum PSSI Kabupaten Bogor periode 2011-2015 ternyata mendapatkan dukungan dari sebagian Kabomania. Maulana yang lebih dikenal dengan nama Haji Edy ini dipercaya bisa membawa PSSI Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik. Hal tersebut yang diungkapkan salah satu pentolan Kabomania asal Citereup, Yusuf Kiat.
“Kita seharusnya menghargai pembaharuan, jangan orang-orang itu saja, berilah kesempatan kepada orang baru untuk menunjukkan kemampuannya, kalau belum mencoba kita kan tidak tahu," ucap Yusuf kepada Pakar, kemarin.
Yusuf yang lebih akrab di sapa Kang Jendral ini mengatakan, sosok Maulana Alamsyah dikenal orang yang loyal dan mau berkorban demi kepentingan orang lain. Buktinya, pada saat Ia menjabat sebagai manajer tim Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) kemarin, Ia berani loyal dan sangat menjunjung yang namanya kesejahteraan pemain.
“Ya sebagai Kabomania kami sangat mendukung sosok Maulana, kami warga Citereup sudah cukup mengenalnya, dan kami berharap PSSI kedepannya bisa lebih baik di bawah kepemerintahannya," ucapnya.
Kendati ada yang mendukung, ada pula beberapa oknum yang mengaku ragu dengan kepengurusan PSSI Kabupaten yang baru ini. Pasalnya, Maulana Alamsyah adalah orang baru yang belum mengerti seluk-beluk PSSI dan sepakbola di Kabupaten Bogor. Apalagi jaringan untuk menembus pengda PSSI Jawa Barat dan PSSI pusat masih lemah. Bisa jadi, kepengurusan PSSI Kabupaten Bogor ini juga akan berpengaruh pada nasib Persikabo di kompetisi musim depan.
“Mengurus PSSI tidak hanya meliputi pendanaan saja, banyak aspek yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin, apalagi pemimpin PSSI Kabupaten Bogor, ya terus terang saja saya ragu dengan masa depan PSSI dan Persikabo musim depan dengan kepengurusan PSSI yang kemungkinan akan menggunakan orang-orang baru didalamnya," tukas salah satu kubu pendukung Ridwan yang enggan menyebutkan namanya
“Kita seharusnya menghargai pembaharuan, jangan orang-orang itu saja, berilah kesempatan kepada orang baru untuk menunjukkan kemampuannya, kalau belum mencoba kita kan tidak tahu," ucap Yusuf kepada Pakar, kemarin.
Yusuf yang lebih akrab di sapa Kang Jendral ini mengatakan, sosok Maulana Alamsyah dikenal orang yang loyal dan mau berkorban demi kepentingan orang lain. Buktinya, pada saat Ia menjabat sebagai manajer tim Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) kemarin, Ia berani loyal dan sangat menjunjung yang namanya kesejahteraan pemain.
“Ya sebagai Kabomania kami sangat mendukung sosok Maulana, kami warga Citereup sudah cukup mengenalnya, dan kami berharap PSSI kedepannya bisa lebih baik di bawah kepemerintahannya," ucapnya.
Kendati ada yang mendukung, ada pula beberapa oknum yang mengaku ragu dengan kepengurusan PSSI Kabupaten yang baru ini. Pasalnya, Maulana Alamsyah adalah orang baru yang belum mengerti seluk-beluk PSSI dan sepakbola di Kabupaten Bogor. Apalagi jaringan untuk menembus pengda PSSI Jawa Barat dan PSSI pusat masih lemah. Bisa jadi, kepengurusan PSSI Kabupaten Bogor ini juga akan berpengaruh pada nasib Persikabo di kompetisi musim depan.
“Mengurus PSSI tidak hanya meliputi pendanaan saja, banyak aspek yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin, apalagi pemimpin PSSI Kabupaten Bogor, ya terus terang saja saya ragu dengan masa depan PSSI dan Persikabo musim depan dengan kepengurusan PSSI yang kemungkinan akan menggunakan orang-orang baru didalamnya," tukas salah satu kubu pendukung Ridwan yang enggan menyebutkan namanya
Langganan:
Postingan (Atom)
Pertandingan Sebelumnya
On Facebook
tentang KABOMANIA
Tentang PERSIKABO
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2012
(82)
-
▼
Maret
(19)
- Persikabo Siap Curi Poin
- Putaran kedua Harus Manfaatkan Timing
- Kutunggu Janjimu RY
- Piala Indonesia 2012 Persikota Lawan Perdana Persi...
- Persikabo Tak Akan Beli Pemain Rhendie : Skuad yan...
- Persikabo Siap Hadiri Kongres PSSI
- Persikabo Wajib Menang
- Tetap Targetkan Poin Penuh
- Laga Penentu Bagi Laskar Pajajaran
- Perkusi Kabomania Kunjungi Pakar
- Ridwan Awaludin Minta Dukungan
- Persikabo Tetap Lawan Klub Level 2
- Ujang Si Maskot
- Kompetisi tak Jelas Pengaruhi Persiapan
- Sudah Saatnya Putra Daerah Unjuk Gigi
- Wawan Dermawan Absen Satu Putaran
- Persikabo Juga Was-was
- Laskar Padjajaran Meriahkan Danyon 23 Cup
- Kabomania Desak Evaluasi Tim
-
▼
Maret
(19)