Minggu, 04 Desember 2011

Supporter Persikabo Tewas Terlindas Truk

Jurnal Bogor - Niat hati ingin mendukung tim sepakbola kesayangannya beradu kekuatan, seorang supporter Persikabo justeru harus meregang nyawa, setelah truk yang belum diketahui nomor polisinya melindas korban hingga tewas di tempat.
Kecelakaan tragis tersebut terjadi tepat di depan Kantor Pengadilan Negeri Cibinong, Jalan Tegar Beriman, atau sekitar 1 kilometer menuju stadion yang tengah menyajikan laga antara Persikabo versus Pro Duta FC Medan di Stadion Persikabo, Sabtu (3/12).
Dugaan sementara, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut, jatuh dari truk semen yang ditumpanginya menuju stadion bersama supporter Persikabo lainnya. Namun saat truk melaju di Jalan Tegar Beriman diduga korban terjatuh, dan belum sempat korban berdiri langsung dilindas roda belakang truk semen tersebut hingga wajahnya sulit dikenali.
Melihat korban terlindas, truk yang menabrak langsung melarikan diri, begitupula dengan supporter lainnya yang langsung meninggalkan supporter naas tersebut.
“Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 wib. Dia bersama supporter lain hendak nonton sepakbola. Rekan korban meninggalkannya, sehingga kami kesulitan mengetahui identitas korban. Jasad korban, lantas kami kirim ke RS PMI Bogor. Pembawanya, Bripka Solehudin,” kata Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Zainal Abidin, tadi malam.
Zainal menambahkan, korban diketahui sebagai supporter Persikabo dikarenakan mengenakan kaus tim kesebelasan Kabupaten Bogor itu. “Usia korban sekitar 18 tahun, mengenakan kaus Persikabo. Namun, kami tak menemukan identitas sedikitpun dari tubuh korban,” ungkapnya.
Ketua Umum Kabomania, Arief membenarkan peristiwa tersebut, namun ia belum bisa memastikan, apakah korban adalah Kabomania. “Di tubuh korban tidak ada identitas sediktipun, termasuk kartu Kabomania. Jadi, saya belum bisa memastikannya,” katanya.
Pemantauan Jurnal Bogor, jenazah korban masih berada di RS PMI Bogor dan belum ada keluarga maupun rekan korban yang mengenalinya.

Sabtu, 03 Desember 2011

Penentuan Starting Line Up

Radar Bogor - Sore ini Laskar Pajajaran kembali melakoni laga uji coba keempat kontra Pro Titan di Stadion Persikabo Cibinong. Dalam partai eksebisi tersebut, Entrenador Suimin Diharja bakal menurunkan beberapa pemain muda dan senior yang belum pernah dimainkan pada tiga laga sebelumnya.
“Abang akan kombinasikan pemain senior dan junior. Sekaligus merotasi posisi beberapa penggawa, soalnya masih ada sepuluh posisi yang masih belum pas. Waktu kompetisi makin dekat, makanya kita harus segera menemukan ramuan jitu,” jelas Suimin saat ditemui Radar Bogor.
Menurut dia, rutinnya uji coba yang dilakukan Persikabo guna memberikan jam terbang lebih kepada para penggawa muda serta legiun asing, seperti Eduard Valuta, Cyril Tchana dan Pepito. Sekaligus, mencari sosok yang tepat untuk mengisi starting line up Laskar Pajajaran jelang musim kompetisi 2011-2012.
“Skor akhir tidak penting, yang terpenting koordinasi dan skema permainan yang diinstruksikan bisa dijalankan dengan baik,” tegas mantan arsitek Sriwijaya FC ini. Suimin mengatakan, laga eksebisi melawan Pro Titan adalah uji coba terakhir. Sebab pada pekan depan jajaran pelatih akan men-drill pemain yang telah dipilih sebagai starting line up.
“Mulai minggu depan kami hanya akan memfokuskan tim menghadapi kompetisi, takkan ada uji coba lagi. Makanya ini kesempatan bagi pemain untuk unjuk gigi, Abang harap mereka benar-benar memanfaatkannya,” tutur pria yang tak pernah melepaskan topi bareta dari kepalanya itu.
Sementara itu, pentolan Kabomania Mak Lampir, Denny Acuy berharap agar Suimin Diharja berhati-hati dalam menentukan line up pemain. Karena, itu akan berimbas pada performa dan prestasi Laskar Pajajaran saat kompetisi bergulir. Apalagi, Persikabo telah melakukan kesalahan pertama dengan memboyong Pepito yang hingga kini kontribusinya belum terlihat.
“Persikabo sudah melakukan kesalahan yang sama seperti tahun kemarin, dengan memboyong Pepito. Apa bedanya kualitas Pepito dan Emeka Obidiah, sama saja kan. Buktinya walaupun hanya laga uji coba, kontribusinya tak ada sama sekali. Nah jangan sampai saat menentukan skuad inti juga salah lagi, bisa kacau nanti,” paparnya.

Jumat, 02 Desember 2011

Legiun Muda Kompetitif

Jurnal Bogor - Keberhasilan Persikabo Kabupaten Bogor mengangkat pemain lokal tinggal beberapa langkah lagi. Sebagian besar pemain muda sudah mulai bersaing dengan seniornya di tim dan cukup memiliki kepercayaan diri. Hal itu diungkapkan headcoach Suimin Diharja yang tak menutup kemungkinan pemain lokal yang baru merasakan kompetisi di Liga Indonesia itu akan menghuni kerangka tim.
Sebut saja seperti Andi Sopian. Pemain yang direkrut dari kompetisi Piala Emas Rachmat Yasin itu sudah menunjukan performanya meski dinilai bermainnya masih belum simple. “Perkembangannya banyak yang bagus, meski ada sebagian yang hanya bagus saat latihan tapi belum saat turun di pertandingan ujicoba,” ucap Suimin di Mes Pusdai, Kamis (1/12).
Sementara setelah berujicoba tim selevel Divisi Utama Liga Indonesia dengan Perseman Manokwari, Papua Barat (30/11), Persikabo rencananya melawan Pro Titan Medan di Stadion Persikabo, Sabtu (3/12). Pada laga ini, bek Eduard Valuta akan diistirahatkan dan mencoba Kresna Hermawan. Begitu juga di lini depan, Jibby Wuwungan juga jadi penonton dan dicoba Septian Suharlan. “Tapi untuk Brima Pepito tetap turun untuk memperkuat fisiknya,” jelas Suimin.
Lawan Pro Titan bisa jadi laga terakhir ujicoba dan kalau pun memungkinkan, Persikabo masih bersedia melawan Serawak FC, Malaysia, namun belum ada konfirmasi kepastian laga ujicoba internasional bisa digelar. Persikabo akan fokus pada laga pembuka Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 di kandang sendiri dengan Gresik United, Selasa (13/12).

Masih Meramu Tim

Radar Bogor - Kurang geregetnya performa pemain senior Persikabo dalam tiga laga eksebisi terakhir, membuka jalan bagi penggawa muda untuk mengisi skuad utama Laskar Pajajaran. Apalagi, dalam tiga laga eksebisi terakhir, laskar muda menunjukkan fighting spirit yang tinggi saat diturunkan oleh headcoach Suimin Diharja.
Namun, hal itu tak menjamin jika banyak pemain muda bakal mengisi starting line up Laskar Pajajaran saat kick off perdana Divisi Utama pada 13 Desember mendatang.
Sebab, jajaran pelatih masih sibuk menentukan komposisi pemain yang akan mengisi tim inti. “Kami masih memilih siapa saja yang akan jadi tim inti, kita masih punya waktu seminggu ke depan,” ujar Suimin saat ditemui Radar Bogor, kemarin.
Ia mengatakan, masih fokus merotasi pemain di sepuluh posisi yang dianggap belum maksimal. Karena itu, dalam uji coba terakhir menjamu Pro Titan pada Sabtu (3/12) nanti, Suimin akan melihat perkembangan performa para penggawanya. “Abang akan melihat lagi peningkatan 26 pemain yang ada. Kalau lebih banyak pemain muda yang layak masuk tim, kenapa tidak,” ungkap pria berjuluk Pelatih Kampung ini.
Kendati memiliki semangat juang yang tinggi, lanjutnya, mereka terlalu terburu-buru saat melakukan penyelesaian akhir. Akibatnya, banyak peluang emas yang terbuang sia-sia.
Berbeda dengan penggawa senior yang memiliki ketenangan saat mengeksekusi bola di dalam kotak penalti. “Yang pasti pemain muda selalu kurang tenang dalam finishing touch. Sebab jam terbangnya kurang. Itulah yang harus diperbaiki,” tegas Suimin lagi.
Saat disinggung mengenai kombinasi pemain inti, ia masih belum mau menyebutkan. “Ya, kalau itu nanti saja, soalnya Abang belum menentukan. Bisa saja pemain senior 50 persen, junior 50 persen. Semua tergantung mereka (pemain, red),” jelasnya.
Ia menambahkan, starting line up Laskar Pajajaran akan terbentuk sebelum kompetisi bergulir. Karena itu, sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan baik untuk menyeleksi pemain. “Pokoknya sebelum kompetisi bergulir pasti sudah terbentuk,” singkat mantan arsitek Persijap Jepara ini

Tunggu Tanggal Mainnya, Kabomania !!

Pakuan Raya - Ribuan Kabomania kini sedang menantikan hasil racikan Headcoah Suimin Diharja. Serangkaian hasil uji coba yang sudah digelar Persikabo selama ini memang belum bisa dijadikan tolak ukur bagi masyarakat untuk menilai kualitas permainan Persikabo yang sebenarnya. Secara keseluruhan penampilan Persikabo memang belum sesuai harapan, namun perlahan kualitas permainan mereka perlini sudah mulai mengalami peningkatan. Jika dilihat dari hasil uji coba sendiri, lini belakang Laskar Padjajaran sudah cukup baik. Hanya saja koordinasi antar lini, masih kurang memuaskan banyak pihak.
Termasuk juga penampilan striker asing baru Persikabo, Brima Pepito Sanusie. Dalam empat kali uji coba yang sudah dilakoni Pepito bersama Persikabo, hingga kini mantan pemain Persema Malang ini memang belum mampu menyarangkan satu gol ke gawang lawan.
Menanggapi hal tersebut, Headcoach Persikabo, Suimin Diharja mengatakan agar masyarakat pecinta bola Bogor terutama kepada Kabomania untuk bersabar. Pasalnya, saat ini fase uji coba baginya adalah fase evaluasi, dimana semua pemain akan di coba di semua lini sampai Ia benar-benar menemukan komposisi yang pas untuk diturunkan dalam kompetisi mendatang.
"Uji coba bukanlah tolak ukur, ini Cuma sebagai bahan evaluasi kita saja, minggu ini memang minggu evaluasi bagi para pemain, nanti minggu depan baru kita akan drill mereka lagi, mengenai Pepito sendiri Abang rasa terlalu dini untuk menilai kemampuannya, dia belum menyerap materi latihan yang kita berikan, dan Abang masih biarkan Ia untuk bermain sesuai gayanya, tunggu pada saat kompetisi nanti, baru masyarakat bisa menilai apakah penampilan Pepito atau Persikabo meragukan atau tidak," tandasnya.
Lebih lanjut, Suimin mengatakan uji coba kontra Pro Titan yang dijadwalkan Sabtu esok,menurutnya adalah ujicoba terakhir Persikabo sebelum mereka berlaga di kompetisi sesungguhnya.
Mengenai uji coba kontra Serawak FC, yang tadinya dijadwalkan tanggal 5 Desember mendatang, Suimin masih menunggu konfirmasi dari pihak Serawak. Ia mengaku takkan menggelar uji coba lagi lewat dari tanggal 7 Desember.
"Kita masih nunggu kepastian dari Serawak, tapi kalau mereka minta uji coba lewat dari tanggal 5, lebih baik kita batalkan saja," tegasnya.

Hijau Putih Tetap Kostum Kebesaran

Pakuan Raya - Kendati sudah mendekati kompetisi, Persikabo belum ada tanda-tanda bakal melaunchingkan timnya ke khalayak pecinta sepakbola Kabupaten Bogor. Saat ditanya perihal tersebut, COO Persikabo mengatakan bahwa manajemen memang tidak akan melakukan acara grand launching pada tim tersebut. Hal itu dikarenakan belum jelasnya kompetisi yang akan mereka hadapi nanti.
Kemungkinan Persikabo hanya akan melakukan sosialiasi kepada media terkait skuad Persikabo 2011/2012 mendatang. Mengenai kostum sendiri, Persikabo juga belum memiliki gambaran resmi, seperti apa kostum resmi pertandingan away dan home yang akan mereka gunakan nanti. Pihaknya kini tengah melobi beberapa sponsor yang akan bergabung bersama Persikabo di kompetisi yang sebentar lagi akan digelar nanti.
"Kita mungkin tidak ada acara launching, ya mungkin sekedar sosialisasi kepada media saja nanti, mengenai kostum sedang kita godog juga, tapi tetap kita tidak akan meninggalkan warna kebangsaan Persikabo, hijau," ujar Rudi Ferdian, kemarin.
Persikabo selama ini memang identik dengan warna hijau sebagai kostum kebesaran klub kebanggan masyarakat Kabupaten Bogor. Tak heran, jika klub yang sudah diambil alih pengelolaanya oleh PT Karadenan Jaya ini akan kembali menggunakan kostum warna hijau sebagai kostum kandangnya.
Direksi menetapkan kostum warna hijau akan kembali menjadi kostum utama bagi Persikabo dalam melakoni partai kandang. Sementara untuk partai away kemungkinan besar, Persikabo akan menggunakan kostum berwarna putih.
"Kita akan berusaha memuaskan keinginan masyarakat bola di Kabupaten Bogor temasuk dalam hal warna dasar kostum. Namun, kami juga merencanakan akan sedikit melakukan perubahan dalam logo Persikabo. Namun, perubahan itu tidak merombak total dan tidak menghilangkan logo yang sudah ada," ujarnya.
Sementara itu, Headcoach Persikabo, Suimin Diharja sendiri rencananya tetap akan melakukan sosialiasi akan tim yang akan dipersiapkannya dalam kompetisi Divisi Utama 2011/2012 mendatang. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan Laskar Padjajaran ke masyarakat sekaligus meminta doa restu kepada masyarakat Bogor agar Persikabo Bogor mampu mewujudkan target mereka di kompetisi kali ini. "Kita akan tetap sosialisasikan skuad kita, tapi sekarang ini belum saat ini," ucapnya.

Kamis, 01 Desember 2011

Kolektivitas belum Maksimal

Radar Bogor - Hasil positif kembali diraih Persikabo dalam laga kontra Perseman Manokwari di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin. Skor 2-0 menutup laga eksibisi tersebut. Namun, penampilan skuad Laskar Pajajaran kembali jadi sorotan.
Kolektivitas tim belum terjalin baik. Bahkan, dua gol kemenangan terlahir dari aksi bunuh diri pemain lawan George Oyedepo di menit 28 dan 84.
Kondisi tersebut jelas membuat headcoach Suimin Diharja tidak puas.
“Abang tidak melihat skor, tapi yang dilihat itu kolektivitas permainan. Pada babak pertama memang anak-anak bermain kurang maksimal, tapi di babak kedua setelah merotasi pemain senior ke junior menjadi lebih baik,” jelas Suimin kepada Radar Bogor usai pertandingan.
Menurut dia, kesalahan delapan kali passing saat pertandingan baru berjalan 17 menit adalah murni karena kurang berjalannya kolektivitas. Karena itu, kata dia, selama satu minggu ini akan diadakan evaluasi hingga laga uji coba terakhir melawan Pro Titan, Sabtu (3/12) mendatang.
“Ya, memang banyak kesalahan dari beberapa pemain. Makanya akan kita lihat perkembangan dalam minggu ini,” tegas pria berjuluk Pelatih Kampung itu.
Dua gol yang bersarang ke gawang Perseman, lanjutnya, tak bisa dikatakan sebagai keberuntungan walau lahir akibat bunuh diri.
Sebab, keduanya tercipta melalui proses matang para gelandang Laskar Pajajaran. “Semua itu kan terlahir karena proses, jadi tak bisa dikatakan sebagai keberuntungan,” singkat Suimin lagi.
Saat disinggung mengenai performa Pepito yang belum menunjukkan peningkatan, Suimin menegaskan jika mantan bomber Persitara itu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pasalnya, ia baru saja bergabung dengan Erik Ebol cs. “Pepito butuh adaptasi.
Abang memang sengaja menyuruhnya untuk bekerja sendiri, kan belum Abang setting. Nah, seminggu ke depan baru digembleng,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pepito telah memenuhi beberapa kriteria, seperti screnning ball. Hanya, tinggal memolesnya untuk bola intersep dan heading. “Abang optimis performa dia bisa meningkat. Makanya sekarang jangan dulu dijustifikasi kalau Pepito tidak layak membela Persikabo,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat Sepakbols, Yudi Agus Soleh memaparkan, kehadiran Pepito selama dua kali 45 menit tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi tim.
Seharusnya, jika dia memang pemain hebat, tentu akan dengan mudah beradaptasi. “Lihat saja dia harusnya bisa bikin gol, tapi karena tidak bisa menempatkan posisi dan naluri golnya kurang, akhirnya tak maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, Pepito hanya terkesan sebagai pemanis lapangan. Ia jarang sekali memegang bola apalagi menciptakan peluang berbahaya. “Saya mencatat dia hanya membuat satu peluang berbahaya, selebihnya selalu kehilangan bola,” pungkasnya.