Radar Bogor - Hasil positif kembali diraih Persikabo dalam laga kontra Perseman Manokwari di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin. Skor 2-0 menutup laga eksibisi tersebut. Namun, penampilan skuad Laskar Pajajaran kembali jadi sorotan.
Kolektivitas tim belum terjalin baik. Bahkan, dua gol kemenangan terlahir dari aksi bunuh diri pemain lawan George Oyedepo di menit 28 dan 84.
Kondisi tersebut jelas membuat headcoach Suimin Diharja tidak puas.
“Abang tidak melihat skor, tapi yang dilihat itu kolektivitas permainan. Pada babak pertama memang anak-anak bermain kurang maksimal, tapi di babak kedua setelah merotasi pemain senior ke junior menjadi lebih baik,” jelas Suimin kepada Radar Bogor usai pertandingan.
Menurut dia, kesalahan delapan kali passing saat pertandingan baru berjalan 17 menit adalah murni karena kurang berjalannya kolektivitas. Karena itu, kata dia, selama satu minggu ini akan diadakan evaluasi hingga laga uji coba terakhir melawan Pro Titan, Sabtu (3/12) mendatang.
“Ya, memang banyak kesalahan dari beberapa pemain. Makanya akan kita lihat perkembangan dalam minggu ini,” tegas pria berjuluk Pelatih Kampung itu.
Dua gol yang bersarang ke gawang Perseman, lanjutnya, tak bisa dikatakan sebagai keberuntungan walau lahir akibat bunuh diri.
Sebab, keduanya tercipta melalui proses matang para gelandang Laskar Pajajaran. “Semua itu kan terlahir karena proses, jadi tak bisa dikatakan sebagai keberuntungan,” singkat Suimin lagi.
Saat disinggung mengenai performa Pepito yang belum menunjukkan peningkatan, Suimin menegaskan jika mantan bomber Persitara itu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pasalnya, ia baru saja bergabung dengan Erik Ebol cs. “Pepito butuh adaptasi.
Abang memang sengaja menyuruhnya untuk bekerja sendiri, kan belum Abang setting. Nah, seminggu ke depan baru digembleng,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pepito telah memenuhi beberapa kriteria, seperti screnning ball. Hanya, tinggal memolesnya untuk bola intersep dan heading. “Abang optimis performa dia bisa meningkat. Makanya sekarang jangan dulu dijustifikasi kalau Pepito tidak layak membela Persikabo,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat Sepakbols, Yudi Agus Soleh memaparkan, kehadiran Pepito selama dua kali 45 menit tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi tim.
Seharusnya, jika dia memang pemain hebat, tentu akan dengan mudah beradaptasi. “Lihat saja dia harusnya bisa bikin gol, tapi karena tidak bisa menempatkan posisi dan naluri golnya kurang, akhirnya tak maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, Pepito hanya terkesan sebagai pemanis lapangan. Ia jarang sekali memegang bola apalagi menciptakan peluang berbahaya. “Saya mencatat dia hanya membuat satu peluang berbahaya, selebihnya selalu kehilangan bola,” pungkasnya.
Kamis, 01 Desember 2011
Menang Lewat Gol Bunuh Diri Penampilan Persikabo Belum Memuaskan
Pakuan Raya - Tim Persikabo masih membuktikan keperkasaannya di kandang sendiri. Setelah berhasil menumbangkan Nusaina Maluku FC, Senin (27/11), lalu dengan skor 3-1, Rabu (30/11), sore kemarin, Jibby Wuwungan dkk. kembali sukses membungkam Perseman Manokwari dengan skor 2-0 (1-0).
Sayangnya gol yang dihasilkan di menit ke 28, dan Morgan di menit ke 84 tidak-lah gol murni. Kesalahan kipper dan pemain bertahan Perseman Manokwari yang cukup fatal membuat anak asuh Suimin Diharja ini dengan mudah melesakkan bola ke arah gawang tim asal Papua ini.
Menyikapi hasil uji coba, Suimin mengaku masih jauh dari yang diharapkannya. Dua gol yang tercipta dari Pepito dan Morgan, menurutnya bukan gol murni yang berasal dari skema pertandingan yang sudah diterapkannya.
"Sejauh ini performa anak-anak masih belum memuaskan, dan masih jauh dari harapan Abang, koordinasi antar lini yang masih belum berjalan dengan sempurna juga perlu di evaluasi lagi," tutur Suimin Diharja kala dijumpai Pakar usai pertandingan, kemarin.
Pria kelahiran Medan ini mengatakan, minggu-minggu ini adalah minggu evaluasi keseluruhan dari performa pemain. Nantinya, hasil uji coba ini akan direkap oleh tim pelatih, dan dianalisa, di mana letak kekurangan dari masing-masing pemain. Kemudian, minggu depan Suimin dan tim pelatih bakal melakukan pengelompokan pemain berdasarkan kekurangan mereka dalam hal latihan.
"Intinya, hasil uji coba ini bukan patokan performa kita, patokannya nanti setelah kompetisi yang sesungguhnya, uji coba ini kita gunakan untuk mencari posisi terbaik untuk posisi starting eleven nanti sekaligus untuk mengevaluasi performa mereka nanti, minggu ini adalah minggu evaluasi, baru kinggu depan kita sudah mulai fokus drill teknik, dan melakukan pengelompokan latihan," tegasnya.
Sayangnya gol yang dihasilkan di menit ke 28, dan Morgan di menit ke 84 tidak-lah gol murni. Kesalahan kipper dan pemain bertahan Perseman Manokwari yang cukup fatal membuat anak asuh Suimin Diharja ini dengan mudah melesakkan bola ke arah gawang tim asal Papua ini.
Menyikapi hasil uji coba, Suimin mengaku masih jauh dari yang diharapkannya. Dua gol yang tercipta dari Pepito dan Morgan, menurutnya bukan gol murni yang berasal dari skema pertandingan yang sudah diterapkannya.
"Sejauh ini performa anak-anak masih belum memuaskan, dan masih jauh dari harapan Abang, koordinasi antar lini yang masih belum berjalan dengan sempurna juga perlu di evaluasi lagi," tutur Suimin Diharja kala dijumpai Pakar usai pertandingan, kemarin.
Pria kelahiran Medan ini mengatakan, minggu-minggu ini adalah minggu evaluasi keseluruhan dari performa pemain. Nantinya, hasil uji coba ini akan direkap oleh tim pelatih, dan dianalisa, di mana letak kekurangan dari masing-masing pemain. Kemudian, minggu depan Suimin dan tim pelatih bakal melakukan pengelompokan pemain berdasarkan kekurangan mereka dalam hal latihan.
"Intinya, hasil uji coba ini bukan patokan performa kita, patokannya nanti setelah kompetisi yang sesungguhnya, uji coba ini kita gunakan untuk mencari posisi terbaik untuk posisi starting eleven nanti sekaligus untuk mengevaluasi performa mereka nanti, minggu ini adalah minggu evaluasi, baru kinggu depan kita sudah mulai fokus drill teknik, dan melakukan pengelompokan latihan," tegasnya.
Selasa, 29 November 2011
Papito Diragukan bakal Maksimal
Radar Bogor - Eks bomber Persitara dan Persema Malang, Papito, yang baru saja bergabung bersama Laskar Pajajaran, diragukan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Persikabo. Indikasinya terlihat pada laga uji coba kontra Persiram di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (26/11) lalu.
Headcoach Suimin Diharja sengaja menginstruksikan agar pemain lain tidak memberikan bola servis kepada Papito, untuk melihat sejauh mana kemampuannya.Namun, sebagai striker berkelas, ia gagal memanfaatkan peluang mentah atau mencari kesempatan untuk membahayakan gawang lawan.
“Kalau dia benar-benar striker berkelas, harusnya bisa membuka peluang, tapi kan nyatanya tidak. Screening ball, naluri gol dan sprint-nya pun tak terlihat. Tidak ada peluang berbahaya yang diciptakannya, makanya saya ragu,” jelas pengamat sepakbola, Yudi Agus Soleh, kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, jika Persikabo tidak memiliki anggaran untuk memboyong legiun asing ke Cibinong, lebih baik merekrut pemain lokal atau putra daerah yang kualitasnya tak kalah menawan. “Ya, daripada melakukan pem belian yang terkesan dipaksakan,” tegas Yudi lagi.
Kendati saat membela Persema, Papito menunjukkan kualitasnya, saat ini kondisinya berbeda. “Tidak bisa disamakan, jadi pembelian Papito ini bisa dikatakan asal-asalan.
Saya kaget, bukannya Persikabo memboyong Alfredo malah Papito. Padahal, kualitasnya jauh berbeda,” tutur mantan penjaga gawang Persikabo era 1980-an ini.
Sementara itu, Suimin Diharja mengatakan, perekrutan Papito dilakukan atas beberapa pertimbangan matang. Di antaranya, kua litas Papito yang sudah teruji saat memperkuat Persema dan Persitara. “Di samping itu, dia merupakan yang terbaik di antara Cano dan William. Jadi, bukan perekrutan asal-asalan,” ungkapnya.
Suimin menambahkan, salah tidaknya pembelian Papito baru akan diketahui setelah roda kompetisi bergulir. Bila ia tak mampu memberikan kontribusi maksimal, baru dapat diakatakan sebagai kegagalan pembelian. “Kalau sekarang belum bisa dilihat gagal atau tidaknya. Tapi, Abang yakin kualitas Papito tak berbeda jauh dari sebelumnya,” tukas Suimin.
Headcoach Suimin Diharja sengaja menginstruksikan agar pemain lain tidak memberikan bola servis kepada Papito, untuk melihat sejauh mana kemampuannya.Namun, sebagai striker berkelas, ia gagal memanfaatkan peluang mentah atau mencari kesempatan untuk membahayakan gawang lawan.
“Kalau dia benar-benar striker berkelas, harusnya bisa membuka peluang, tapi kan nyatanya tidak. Screening ball, naluri gol dan sprint-nya pun tak terlihat. Tidak ada peluang berbahaya yang diciptakannya, makanya saya ragu,” jelas pengamat sepakbola, Yudi Agus Soleh, kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, jika Persikabo tidak memiliki anggaran untuk memboyong legiun asing ke Cibinong, lebih baik merekrut pemain lokal atau putra daerah yang kualitasnya tak kalah menawan. “Ya, daripada melakukan pem belian yang terkesan dipaksakan,” tegas Yudi lagi.
Kendati saat membela Persema, Papito menunjukkan kualitasnya, saat ini kondisinya berbeda. “Tidak bisa disamakan, jadi pembelian Papito ini bisa dikatakan asal-asalan.
Saya kaget, bukannya Persikabo memboyong Alfredo malah Papito. Padahal, kualitasnya jauh berbeda,” tutur mantan penjaga gawang Persikabo era 1980-an ini.
Sementara itu, Suimin Diharja mengatakan, perekrutan Papito dilakukan atas beberapa pertimbangan matang. Di antaranya, kua litas Papito yang sudah teruji saat memperkuat Persema dan Persitara. “Di samping itu, dia merupakan yang terbaik di antara Cano dan William. Jadi, bukan perekrutan asal-asalan,” ungkapnya.
Suimin menambahkan, salah tidaknya pembelian Papito baru akan diketahui setelah roda kompetisi bergulir. Bila ia tak mampu memberikan kontribusi maksimal, baru dapat diakatakan sebagai kegagalan pembelian. “Kalau sekarang belum bisa dilihat gagal atau tidaknya. Tapi, Abang yakin kualitas Papito tak berbeda jauh dari sebelumnya,” tukas Suimin.
Persikabo Matangkan Pemain Pelapis
Jurnal Bogor - Skuad Persikabo Kabupaten Bogor mengemban misi mematangkan pemain pelapis pada ujicoba dengan Persiram Raja Ampat, Papua Barat di Stadion Persikabo, Sabtu (26/11). Ini juga bagian dari rangkaian persiapan Laskar Pajajaran di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Desember. Rotasi beberapa pemain dilakukan untuk melihat performa pemain pelapis.
“Abang mesti melihat bagaimana permainan anak-anak, khususnya pemain muda,” jelas pelatih Suimin Diharja, kemarin.
Pertemuan kedua tim baru terjadi setelah di Liga Indonesia sebelumnya, tak pernah jumpa. Suimin memastikan kesempatan tampil pemain muda karena mayoritas pemain ini bukan berangkat dari kompetisi liga melainkan lokal. Tantangan tersendiri baginya yang bakal mengangkatnya. “Tentunya yang tampil baik yang bisa menghuni tim,” ungkap Suimin yang bakal mendaftarkan 20 pemainnya ke PSSI sehingga tersisa 10 pemain lagi yang didaftarkan menyusul.
Pelatih khusus fisik, John Arwandi juga memastikan skuad Persikabo telah mencapai kondisi fisik 80-90 persen sehingga sudah bisa meladeni permainan Persiram. Secara keseluruhan pemainnya sudah memenuhi performa. “Berdasarkan program latihan saat ini kondisinya cukup bagus,” kata dia.
Sedangkan Persiram asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah sendiri, saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengawali kiprahnya di Indonesia Super League (ISL) yang rencananya melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/12). Persiram pada Divisi Utama Liga Indonesia musim lalu gagal ke semifinal dikalahkan Gresik United, namun ke ISL karena diikutsertakan PT Liga Indonesia.
“Abang mesti melihat bagaimana permainan anak-anak, khususnya pemain muda,” jelas pelatih Suimin Diharja, kemarin.
Pertemuan kedua tim baru terjadi setelah di Liga Indonesia sebelumnya, tak pernah jumpa. Suimin memastikan kesempatan tampil pemain muda karena mayoritas pemain ini bukan berangkat dari kompetisi liga melainkan lokal. Tantangan tersendiri baginya yang bakal mengangkatnya. “Tentunya yang tampil baik yang bisa menghuni tim,” ungkap Suimin yang bakal mendaftarkan 20 pemainnya ke PSSI sehingga tersisa 10 pemain lagi yang didaftarkan menyusul.
Pelatih khusus fisik, John Arwandi juga memastikan skuad Persikabo telah mencapai kondisi fisik 80-90 persen sehingga sudah bisa meladeni permainan Persiram. Secara keseluruhan pemainnya sudah memenuhi performa. “Berdasarkan program latihan saat ini kondisinya cukup bagus,” kata dia.
Sedangkan Persiram asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah sendiri, saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengawali kiprahnya di Indonesia Super League (ISL) yang rencananya melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/12). Persiram pada Divisi Utama Liga Indonesia musim lalu gagal ke semifinal dikalahkan Gresik United, namun ke ISL karena diikutsertakan PT Liga Indonesia.
Koordinasi Buruk laskar padjajaran
Radar Bogor - Kendati tim telah melakukan berbagai persiapan untuk tampil dihadapan publik sendiri, namun Laskar Pajajaran masih belum mampu membungkam Persiram Raja Ampat dalam laga ujicoba yang berlangsung di Stadion Persikabo Cibinong, setelah skuad besutan Suimin Diharja itu ditaham imbang 2-2, kemarin.
Pada duel eksebisi itu, gol pembuka diciptakan oleh Persiram melalui Nasution Karbubu di menit ke-42, kemudian pada menit ke-70 berkat sontekan Kubai. Sedangkan, Persikabo baru bisa membalas lewat sundulan Jibby Wuwungan di menit ke-78, setelah memanfaatkan umpan Mulyani. Empat belas menit berselang, Laskar Pajajaran sukses menyamakan kedudukan dari hadiah pinalti, karena Benson melakukan hands ball. Skor 2-2 bertahan hingga laga bubar.
Dalam laga ujicoba memang bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, namun untuk memperbaiki kekurangan sebuah tim, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Suimin Diharja.
Koordinasi antar lini Laskar Pajajaran masih belum optimal dan tanpa skema jelas, bahkan serangan yang dibangun oleh Bona Simanjuntak cs terkesan monoton, sehingga para punggawa Persiram dengan mudah menanggulanginya. Tak hanya itu, performa striker anyar Persikabo, Papito belum memberikan kontribusi.
“Abang memang akui koordinasi antar lini masih buruk, sehingga banyak bola lepas. Barisan depan juga kurang tenang dalam penyelesaian akhir, ditambah dengan serangan yang monoton. Nah, ini menjadi pekerjaan rumah untuk segera membenahi ini,” ungkap Suimin kepada Radar Bogor, usai pertandingan.
Menurut dia, Laskar Pajajaran masih memiliki kekurangan yakni, transisi menyerang ke bertahan ataupun sebaliknya. “Ya trnasisi juga kurang terlihat sama sekali, tak seperti biasanya. Pokoknya hari ini anak-anak main tak bagus,” tegas pria berjuluk Pelatih Kampung ini.
Ia berjanji, akan terus melakukan pematangan dengan melakukan ujicoba melawan Persitual Maluku pada Senin (28/11) dan bentrok Persiter Ternate, Rabu (30/11) mendatang. “Saya akan melakukan ujicoba lagi, nanti kita lihat apakah anak-anak masih bermain seperti tadi atau tidak. Kan ujicoba ini bukan mencari siapa yang kalah dan menang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelatih Persiram, Sutan Harhara mengaku, tak puas dengan hasil ini dan menyalahkan gaya kepemimpinan wasita yang buruk.
“Saya nggak puas, harusnya wasit bisa melihat ini kan laga ujicoba, jangan dibawa serius. Kita ini ingin tahu diamana letak kekurangan. Apalagi, Sabtu (3/12) kami mau melawan Persib. Ya, kalau Persikabo mainnya lumayan bagus lah,” pungkasnya.
Pada duel eksebisi itu, gol pembuka diciptakan oleh Persiram melalui Nasution Karbubu di menit ke-42, kemudian pada menit ke-70 berkat sontekan Kubai. Sedangkan, Persikabo baru bisa membalas lewat sundulan Jibby Wuwungan di menit ke-78, setelah memanfaatkan umpan Mulyani. Empat belas menit berselang, Laskar Pajajaran sukses menyamakan kedudukan dari hadiah pinalti, karena Benson melakukan hands ball. Skor 2-2 bertahan hingga laga bubar.
Dalam laga ujicoba memang bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, namun untuk memperbaiki kekurangan sebuah tim, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Suimin Diharja.
Koordinasi antar lini Laskar Pajajaran masih belum optimal dan tanpa skema jelas, bahkan serangan yang dibangun oleh Bona Simanjuntak cs terkesan monoton, sehingga para punggawa Persiram dengan mudah menanggulanginya. Tak hanya itu, performa striker anyar Persikabo, Papito belum memberikan kontribusi.
“Abang memang akui koordinasi antar lini masih buruk, sehingga banyak bola lepas. Barisan depan juga kurang tenang dalam penyelesaian akhir, ditambah dengan serangan yang monoton. Nah, ini menjadi pekerjaan rumah untuk segera membenahi ini,” ungkap Suimin kepada Radar Bogor, usai pertandingan.
Menurut dia, Laskar Pajajaran masih memiliki kekurangan yakni, transisi menyerang ke bertahan ataupun sebaliknya. “Ya trnasisi juga kurang terlihat sama sekali, tak seperti biasanya. Pokoknya hari ini anak-anak main tak bagus,” tegas pria berjuluk Pelatih Kampung ini.
Ia berjanji, akan terus melakukan pematangan dengan melakukan ujicoba melawan Persitual Maluku pada Senin (28/11) dan bentrok Persiter Ternate, Rabu (30/11) mendatang. “Saya akan melakukan ujicoba lagi, nanti kita lihat apakah anak-anak masih bermain seperti tadi atau tidak. Kan ujicoba ini bukan mencari siapa yang kalah dan menang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelatih Persiram, Sutan Harhara mengaku, tak puas dengan hasil ini dan menyalahkan gaya kepemimpinan wasita yang buruk.
“Saya nggak puas, harusnya wasit bisa melihat ini kan laga ujicoba, jangan dibawa serius. Kita ini ingin tahu diamana letak kekurangan. Apalagi, Sabtu (3/12) kami mau melawan Persib. Ya, kalau Persikabo mainnya lumayan bagus lah,” pungkasnya.
Koordinasi masih Lemah
Radar Bogor - Persikabo yang memilih berkompetisi di Indonesia Primer League (IPL), dinilai belum matang sebagai sebuah tim. Armada besutan Suimin Diharja itu masih menyimpan banyak kekurangan
saat melakoni uji coba menghadapi Nusaina FC Maluku di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin.Pada pertandingan tersebut, Persikabo tampil mendominasi hingga menang dengan skor telak 3-1. Laskar Pajajaran sempat kecolongan terlebih dahulu melalui gol Rahman Tewatuel di menit 27, beruntung Holik bisa menyamakan kedudukan pada menit 28. Setelah memanfaatkan umpan silang alumni PERY Ke-3, Andi Sofyan.
Erik Ebol cs kembali memperbesar keunggulan di menit 38 melalui aksi individu Andi Sofyan yang berhasil melewati dua bek dan kiper Nusaina FC. Pesepakbola asal Gunung Putri itu kembali menggetarkan gawang pasukan mutiara hitam saat pertandingan memasuki menit ke 65, setelah memaksimalkan umpan Morgan. Skor 3-1 bertahan hingga laga bubar.
Namun, hasil tersebut belum memuaskan Asisten Pelatih Persikabo, Saeran. Dia menilai koordinasi dan komunikasi antar lini masih belum tertata apik. “Anak-anak bermain kurang kompak. Baik saat menyerang, bertahan hingga penguasaan bola. Penyelesaian akhir juga masih kurang.
Harusnya kita bisa menang lebih dari tiga gol. Peluang kita banyak kok,” ujarnya kepada Radar Bogor usai pertandingan Menurutnya, koordinasi antar pemain merupakan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi oleh Laskar Pajajaran jika ingin berbicara di kancah sepakbola nasional.
“Kami akan fokuskan pembenahan kepada oordinasi, tetapi jika dibandingkan saat melawan Persiram akhir pekan lalu. Sekarang jauh lebih baik,” tegas mantan winger Persikabo itu.
Lebih lanjut, kata Saeran, diturunkannya pemain muda dalam laga eksebisi tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman dan jam terbang lebih. Sehingga saat kompetisi dihelat, pemain telah siap secara fisik maupun mental. “Pemain muda yang kami miliki memang harus dikasih kesempatan bertanding supaya punya jam terbang. Lagi pula yang kami turunkan ini tidak dimainkan saat bentrok Persiram,” tutur dia.
Koordinasi dan komunikasi para punggawa Laskar Pajajaran juga akan kembali diuji saat berhadapan dengan Persiter Ternate di Stadion Persikabo Cibinong, pada Rabu (30/11) mendatang. “Kita akan menguji lagi para pemain, soalnya ujicoba ini hanya untuk menentukan starting line up Persikabo. Jadi pemain harus bisa mengerahkan segala kemampuannya,” pungkas dia.
saat melakoni uji coba menghadapi Nusaina FC Maluku di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin.Pada pertandingan tersebut, Persikabo tampil mendominasi hingga menang dengan skor telak 3-1. Laskar Pajajaran sempat kecolongan terlebih dahulu melalui gol Rahman Tewatuel di menit 27, beruntung Holik bisa menyamakan kedudukan pada menit 28. Setelah memanfaatkan umpan silang alumni PERY Ke-3, Andi Sofyan.
Erik Ebol cs kembali memperbesar keunggulan di menit 38 melalui aksi individu Andi Sofyan yang berhasil melewati dua bek dan kiper Nusaina FC. Pesepakbola asal Gunung Putri itu kembali menggetarkan gawang pasukan mutiara hitam saat pertandingan memasuki menit ke 65, setelah memaksimalkan umpan Morgan. Skor 3-1 bertahan hingga laga bubar.
Namun, hasil tersebut belum memuaskan Asisten Pelatih Persikabo, Saeran. Dia menilai koordinasi dan komunikasi antar lini masih belum tertata apik. “Anak-anak bermain kurang kompak. Baik saat menyerang, bertahan hingga penguasaan bola. Penyelesaian akhir juga masih kurang.
Harusnya kita bisa menang lebih dari tiga gol. Peluang kita banyak kok,” ujarnya kepada Radar Bogor usai pertandingan Menurutnya, koordinasi antar pemain merupakan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi oleh Laskar Pajajaran jika ingin berbicara di kancah sepakbola nasional.
“Kami akan fokuskan pembenahan kepada oordinasi, tetapi jika dibandingkan saat melawan Persiram akhir pekan lalu. Sekarang jauh lebih baik,” tegas mantan winger Persikabo itu.
Lebih lanjut, kata Saeran, diturunkannya pemain muda dalam laga eksebisi tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman dan jam terbang lebih. Sehingga saat kompetisi dihelat, pemain telah siap secara fisik maupun mental. “Pemain muda yang kami miliki memang harus dikasih kesempatan bertanding supaya punya jam terbang. Lagi pula yang kami turunkan ini tidak dimainkan saat bentrok Persiram,” tutur dia.
Koordinasi dan komunikasi para punggawa Laskar Pajajaran juga akan kembali diuji saat berhadapan dengan Persiter Ternate di Stadion Persikabo Cibinong, pada Rabu (30/11) mendatang. “Kita akan menguji lagi para pemain, soalnya ujicoba ini hanya untuk menentukan starting line up Persikabo. Jadi pemain harus bisa mengerahkan segala kemampuannya,” pungkas dia.
Persikabo Kalahkan Nusaina Maluku FC
InformasiBogor - Menurunkan pemain muda, tim Persikabo Bogor berhasil unggul 3-1 (2-1) atas lawannya Nusaina Maluku pada pertandingan persahabatan di Stadion Persikabo, Cibinong, Senin (28/11) sore.
Persikabo tertinggal satu gol saat penyerang Rahman berhasil merobek jala gawang Ariek SB pada menit ke-28. Persikabo segera merespon tersebut dan satu menit kemudian membalas melalui kaki Khalid.
Tim “Laskar Pajajaran” akhirnya unggul setelah Andi Sofyan memborong dua gol masing-masing pada menit ke-38 dan 76. Asisten pelatih Persikabo, Sairan usai pertandingan mengatakan, secara keseluruhan para pemain muda tampil maksimal. Hanya saja, masih ada yang meski diperbaiki.
“Pemain sudah menunjukan peningkatan. Tapi belum sepenuhnya bagus. Organisasi dan kerjasama masih harus diperbaiki,” katanya. Sairan menambahkan, kualitas bermain mulai dari segi taktik, teknik dan fisik memang menjadi penilaian pada uji coba tersebut. “Kita akan melakukan evaluasi kepada pemain muda dan akan kembali kami lakukan penilaian pada ujicoba selanjutnya,” tutupnya.
Persikabo tertinggal satu gol saat penyerang Rahman berhasil merobek jala gawang Ariek SB pada menit ke-28. Persikabo segera merespon tersebut dan satu menit kemudian membalas melalui kaki Khalid.
Tim “Laskar Pajajaran” akhirnya unggul setelah Andi Sofyan memborong dua gol masing-masing pada menit ke-38 dan 76. Asisten pelatih Persikabo, Sairan usai pertandingan mengatakan, secara keseluruhan para pemain muda tampil maksimal. Hanya saja, masih ada yang meski diperbaiki.
“Pemain sudah menunjukan peningkatan. Tapi belum sepenuhnya bagus. Organisasi dan kerjasama masih harus diperbaiki,” katanya. Sairan menambahkan, kualitas bermain mulai dari segi taktik, teknik dan fisik memang menjadi penilaian pada uji coba tersebut. “Kita akan melakukan evaluasi kepada pemain muda dan akan kembali kami lakukan penilaian pada ujicoba selanjutnya,” tutupnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
Pertandingan Sebelumnya
On Facebook
tentang KABOMANIA
Tentang PERSIKABO
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2012
(82)
-
▼
Maret
(19)
- Persikabo Siap Curi Poin
- Putaran kedua Harus Manfaatkan Timing
- Kutunggu Janjimu RY
- Piala Indonesia 2012 Persikota Lawan Perdana Persi...
- Persikabo Tak Akan Beli Pemain Rhendie : Skuad yan...
- Persikabo Siap Hadiri Kongres PSSI
- Persikabo Wajib Menang
- Tetap Targetkan Poin Penuh
- Laga Penentu Bagi Laskar Pajajaran
- Perkusi Kabomania Kunjungi Pakar
- Ridwan Awaludin Minta Dukungan
- Persikabo Tetap Lawan Klub Level 2
- Ujang Si Maskot
- Kompetisi tak Jelas Pengaruhi Persiapan
- Sudah Saatnya Putra Daerah Unjuk Gigi
- Wawan Dermawan Absen Satu Putaran
- Persikabo Juga Was-was
- Laskar Padjajaran Meriahkan Danyon 23 Cup
- Kabomania Desak Evaluasi Tim
-
▼
Maret
(19)