Pakuan Raya - Kendati namanya tidak tercantum dalam jajaran direksi dan manajemen Persikabo Bogor, namun mantan Ketua Umum Persikabo dan Pengcab PSSI Kabupaten Bogor, Drs. H. Rachmat Yasin, MM tetap akan memantau kualitas kerja jajaran direksi dan manajemen PT Karadenan Jaya yang mengelola Persikabo Bogor.
“RY tetap harus memantau kinerja direksi PT Karadenan Jaya selaku pengelola Persikabo. Karena walaubagaimanapun citra Persikabo masih ada dalam pundak RY. Apalagi RY sendiri sudah menekankan kalau Persikabo harus tampil dalam level satu atau level A. Hal ini menunjukan betapa tingginya darah sepakbola dan kecintaan RY kepada Persikabo," ujar Edison Hutahean pengamat sepakbola asal Cibinon g yang juga dikenal sebagai anggota Parlemen Kabupaten Bogor dari Fraksi PDIP Kabupaten Bogor.
Selanjutnya, kata Edison juga, kemungkinan RY juga akan memberikan masukan masukan kriteria pelatih dan para pemain yang akan masuk dalam skuad Persikabo musim depan. Bahkan, RY juga sudah menekankan kepada direksi PT Karadenan Jaya untuk lebih mengoptimalkan para pemain putar daerah Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Jawa Barat.
“Jangan dikira sosok RY tidak tahu soal para pemain yang layak masuk Persikabo. Wawasan sepakbola beliau mungkin akan mengalahkan kami -kami. Makanya, kami berharap RY terus memonitor soal Persikabo Bogor, kendati namanya sudah tidak ada dalam jajaran direksi atau manajemen ," papar Edison lagi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Karadenan Jaya, H. Rudi Ferdian mengatakan, sangat sependapat dengan apa yang dikatakan Edison Hutahean tentang peran Bupati Bogor dalam memantau kinerja jajaran direksi yang akan mengelola Persikabo. Pasalnya, saat ini Persikabo masih sangat identik dan kental dengan sosok RY.
" Pak Bupati memang akan tetap berada dalam lingkungan pengelolaan Persikabo. Walaupun beliau sudah tak lagi memegang jabatan apa apa di Persikabo. Tapi, peran beliau akan memacu dan mematri motivasi para pemain dan masyarakat bola di Kabupaten Bogor'" ujar H. Rudi Ferdian yang tengah sibuk menyiapkan agenda pembentukan manajemen tim dan rekrutmen pemain serta pelatih Persikabo Bogor.
Menyinggung soal materi pemain lokal yang akan masuk Persikabo secara tegas, Rudi mengatakan, semua pemain Bogor dan Jawa Barat punya hak yang sama untuk masuk Persikabo. Namun, katanya, manajemen dan jajaran pelatih akan menerapkan kriteria baku para pemain yang layak masuk menjadi bagian penting Persikabo Bogor. " Kita tidak akan pernah menganak emaskan para pemain yang masuk Persikabo nantinya, Karena kita hanya butuh para pemain yang punya loyalitas tinggi dan siap memberikan prestasi yang tinggi bagi Persikabo Bogor. Makanya, para pemain lokal harus bersaing secara ketat dan sehat satu sama lainya," beber Rudi lagi.
Terkait soal belum adanya pelatih untuk membesut Persikabo nanti, Rudi mengatakan, kemungkinan besar Persikabo hanya akan memakai jasa pelatih yang memang sudah tahu soal atmosfir sepakbola di Kabupaten Bogor. “Ada dua orang yang memang sudah memahami kultur sepakbola di Kabupaten Bogor. Namun, kami tentunya akan minta pendapat dulu kepada Pak Bupati terkait siapa yang akan menjadi pelatih Persikabo Bogor nantinya," pungkasnya.
Selasa, 23 Agustus 2011
Pemain Klub Internal Harus Masuk Persikabo
Pakuan Raya - Disaat sejumlah klub sudah mulai kasak kusuk mencari pelatih maupun melakukan seleksi pemain, sampai sekarang manajemen Persikabo belum juga memberikan sinyal kapan waktu mempersiapkan timnya menghadapi musim kompetisi yang akan digulirkan PSSI pada awal Oktober mendatang. Bahkan, mereka terlihat fokus menunggu hasil pengumuman verifikasi dari PSSI.
Situasi ini membuat supoter fanatik Persikabo yang akrab dengan sebutan Kabomania panik. Mereka khawatir Persikabo gagal membidik pemain dan pelatih yang sudah diincar.
"Kita bisa memaklumi apa yang terjadi sekarang. Mungkin para pengurus Persikabo tidak mau tergesa-gesa mempersiapkan timnya karena selain nama kompetisi belum ditentukan, juga belum bisa dipastikan apakah Persikabo lolos verifikasi atau tidak. Tapi, alangkah bijaknya kalau sambil menunggu hasil itu, sekarang manajemen juga memikirkan skuad Persikabo termasuk siapa pelatihnya,"ujar Maman Kabomania Cibinong kepada Pakar, kemarin.
Kata dia, Kabomani juga berhak memberikan sumbangsih saran dalam menentukan masa depan Persikabo, dalam hal ini mengusulkan siapa nama pelatih dan nama pemain yang akan dibeli pada musim mendatang.
"Saya sangat setuju dalam tubuh Persikabo mendatang didominasi pemain lokal daerah seperti yang disampaikan beberapa pengurus Kabomania maupun Pengcab PSSI. Namun, agar para pemain tersebut mendapat motivasi lebih, Persikabo juga harus menggaet pemain yang sudah memiliki nama,"harapnya.
Ridwan Ardiwinata, Ketua Harian Pengcab PSSI Kabupaten Bogor mengungkapkan, keputusan tidak melakukan langkah tergesa-gesa untuk menentukan siapa nama pelatih dan para pemain Persikabo dimusim mendatang merupakan langkah tepat. Kata dia, kondisi ini harus dipahami masyarakat pecinta Persikabo, sebab situasi ini tidak hanya berlaku di tubuh Persikabo saja, melainkan seluruh klub yang ada di Indonesia.
"Kita harus bersabar, tunggu dulu hasil pengumuman verifikasi dari PSSI besok (hari ini). Kalau sudah didapat hasil dan dipastikan tampil di level kompetisi mana pastinya pengurus akan meng-agendakan jadwal kapan akan dilakukan seleksi pemain dan siapa pelatih yang akan menukangio Persikabo mendatang," ujarnya.
Sementara itu, terkait materi pemain, Ridwan meminta kepada pengurus Persikabo meniru langkah yang dilakukan manajemen Persitara Jakarta Utara, yaitu melakukan regenerasi pemain dari hasil binaan klub internal Persikabo.
"Saya yakin kualitas pemain dari klub binaan Persikabo yang jumlahnya mencapai 61 dari mulai Divisi Utama, Satu dan Dua tidak kalah bagus dengan pemain yang sudah punya nama. Karena itu, pengurus harus meniru langkah persitara tersebut. Lagipula dampaknya sangat positif karena akan mengurangi cost pengeluaran anggaran,"tandasnya.
Situasi ini membuat supoter fanatik Persikabo yang akrab dengan sebutan Kabomania panik. Mereka khawatir Persikabo gagal membidik pemain dan pelatih yang sudah diincar.
"Kita bisa memaklumi apa yang terjadi sekarang. Mungkin para pengurus Persikabo tidak mau tergesa-gesa mempersiapkan timnya karena selain nama kompetisi belum ditentukan, juga belum bisa dipastikan apakah Persikabo lolos verifikasi atau tidak. Tapi, alangkah bijaknya kalau sambil menunggu hasil itu, sekarang manajemen juga memikirkan skuad Persikabo termasuk siapa pelatihnya,"ujar Maman Kabomania Cibinong kepada Pakar, kemarin.
Kata dia, Kabomani juga berhak memberikan sumbangsih saran dalam menentukan masa depan Persikabo, dalam hal ini mengusulkan siapa nama pelatih dan nama pemain yang akan dibeli pada musim mendatang.
"Saya sangat setuju dalam tubuh Persikabo mendatang didominasi pemain lokal daerah seperti yang disampaikan beberapa pengurus Kabomania maupun Pengcab PSSI. Namun, agar para pemain tersebut mendapat motivasi lebih, Persikabo juga harus menggaet pemain yang sudah memiliki nama,"harapnya.
Ridwan Ardiwinata, Ketua Harian Pengcab PSSI Kabupaten Bogor mengungkapkan, keputusan tidak melakukan langkah tergesa-gesa untuk menentukan siapa nama pelatih dan para pemain Persikabo dimusim mendatang merupakan langkah tepat. Kata dia, kondisi ini harus dipahami masyarakat pecinta Persikabo, sebab situasi ini tidak hanya berlaku di tubuh Persikabo saja, melainkan seluruh klub yang ada di Indonesia.
"Kita harus bersabar, tunggu dulu hasil pengumuman verifikasi dari PSSI besok (hari ini). Kalau sudah didapat hasil dan dipastikan tampil di level kompetisi mana pastinya pengurus akan meng-agendakan jadwal kapan akan dilakukan seleksi pemain dan siapa pelatih yang akan menukangio Persikabo mendatang," ujarnya.
Sementara itu, terkait materi pemain, Ridwan meminta kepada pengurus Persikabo meniru langkah yang dilakukan manajemen Persitara Jakarta Utara, yaitu melakukan regenerasi pemain dari hasil binaan klub internal Persikabo.
"Saya yakin kualitas pemain dari klub binaan Persikabo yang jumlahnya mencapai 61 dari mulai Divisi Utama, Satu dan Dua tidak kalah bagus dengan pemain yang sudah punya nama. Karena itu, pengurus harus meniru langkah persitara tersebut. Lagipula dampaknya sangat positif karena akan mengurangi cost pengeluaran anggaran,"tandasnya.
Empat Puluh Klub Harap-harap Cemas
Pakuan Raya - Dari 74 klub yang mendaftar, baru 40 tim yang telah menyatakan kesanggupan untuk melengkapi dokumen kesiapan mengikuti kompetisi Liga Indonesia musim ini. Bila dirinci 20 klub nantinya akan di verifikasi di level I dan 20 tim lagi ada di level II.
"Sampai sejauh ini sudah ada 40 tim yang sudah mengumpulkan dokumen. 20 klub untuk level 1 dan 20 klub untuk level 2," ungkap anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sihar Sitorus, kepada wartawan.
Namun, siapa-siapa saja ke-40 klub yang telah menyerahkan dokumen, belum bisa disampaikannya. Karena, menurut Sihar, pengumpulan dokumen masih dibuka. Sekaligus dengan penyerahan deposit kompetisi yang harus diserahkan setiap klub peserta.
"Kami baru bisa mengumumkan setelah adanya proses penyerahan dokumen dan deposit klub," tambah pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Kompetisi tersebut.
Seperti diketahui, ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein menjelaskan, kalayakan tim tersebut dinilai dari lima syarat yang telah ditetapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yakni aspek legal, finansial, administrasi personal, "supporting" dan infrastruktur. Sementara bagi tim yang tidak bisa memenuhi kelima syarat, ada dua pilihan, yakni menjadi klub amatir atau digabung dengan salah satu klub di LPI.
Djohar mengatakan, kelima syarat yang ditetapkan oleh AFC tersebut sudah tiga tahun lalu disampaikan ke Indonesia, namun apabila tidak dilakukan hingga 14 Oktober 2011 , Indonesia terancam tidak bisa berlaga di ajang internasional. Oleh karena itu, Djohar mengatakan, format kompetisi mendatang akan diserahkan sepenuhnya pada klub, apakah mengikuti ketetapan AFC atau tidak.
"Kalau mengikuti maka nantinya akan ada pembagian wilayah pula, karena pembagian wilayah bertujuan untuk meminimalisasi pengeluaran anggaran," paparnya.
Sebab, selama ini anggaran klub banyak terserap pada pengeluaran transportasi, karena jarak yang ditempuh antarkota dan pulau sangat jauh. "Untuk itu, nantinya akan kita bagi dengan berbagai wilayah, hal ini untuk menghindari borosnya anggaran pada transportasi, disamping itu juga akan didata berdasarkan urutan profeisonal klub tersebut," katanya.
"Sampai sejauh ini sudah ada 40 tim yang sudah mengumpulkan dokumen. 20 klub untuk level 1 dan 20 klub untuk level 2," ungkap anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sihar Sitorus, kepada wartawan.
Namun, siapa-siapa saja ke-40 klub yang telah menyerahkan dokumen, belum bisa disampaikannya. Karena, menurut Sihar, pengumpulan dokumen masih dibuka. Sekaligus dengan penyerahan deposit kompetisi yang harus diserahkan setiap klub peserta.
"Kami baru bisa mengumumkan setelah adanya proses penyerahan dokumen dan deposit klub," tambah pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Kompetisi tersebut.
Seperti diketahui, ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein menjelaskan, kalayakan tim tersebut dinilai dari lima syarat yang telah ditetapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yakni aspek legal, finansial, administrasi personal, "supporting" dan infrastruktur. Sementara bagi tim yang tidak bisa memenuhi kelima syarat, ada dua pilihan, yakni menjadi klub amatir atau digabung dengan salah satu klub di LPI.
Djohar mengatakan, kelima syarat yang ditetapkan oleh AFC tersebut sudah tiga tahun lalu disampaikan ke Indonesia, namun apabila tidak dilakukan hingga 14 Oktober 2011 , Indonesia terancam tidak bisa berlaga di ajang internasional. Oleh karena itu, Djohar mengatakan, format kompetisi mendatang akan diserahkan sepenuhnya pada klub, apakah mengikuti ketetapan AFC atau tidak.
"Kalau mengikuti maka nantinya akan ada pembagian wilayah pula, karena pembagian wilayah bertujuan untuk meminimalisasi pengeluaran anggaran," paparnya.
Sebab, selama ini anggaran klub banyak terserap pada pengeluaran transportasi, karena jarak yang ditempuh antarkota dan pulau sangat jauh. "Untuk itu, nantinya akan kita bagi dengan berbagai wilayah, hal ini untuk menghindari borosnya anggaran pada transportasi, disamping itu juga akan didata berdasarkan urutan profeisonal klub tersebut," katanya.
Sumarli Dukung Penuh
Pakaun Raya - Komposisi pengurus baru Persikabo yang akan menahkodai Laskar Pajajaan yang mengarungi kompetisi musim 2011/2012 dengan formasi pandawa lima yaitu, Ruddy Ferdian, Rudi Mantik, Ridwan Ardiwinata, Lurah Ucup dan Zaenal Syafrudin mendapat respon positif dari DPRD Kabupaten Bogor.
"Siapapun orangnya, DPRD sangat mendukung penuh. Asalkan, tujuannya mengedepankan profesionalisme dan membangun sepak bola di Kabupaten Bogor, khususnya Persikabo yang saat ini sudah menjadi icon di bumi tegar beriman,"ujar Sumarli, Ketua Komisi D DPRD kepada Pakar, Senin (22/8).
Kata Sumarli, sikap profesionalisme dari para pengurus Persikabo yang sudah mendaftarkan diri dengan label PT Karadenan Jaya untuk diverifikasi layak tidaknya untuk bisa tampil di kompetisi yang akan digelar PSSI sangat dibutuhkan.
Garis besarnya, lanjut dia, jika Persikabo tetap ingin eksis dalam kancah sepakbola nasional. Tapi bukan berarti professional itu mengarah kepada hal itu saja, melainkan juga harus memikirkan target prestasi saat berlaga di kompetisi yang akan diikutinya.
"Disamping itu, mereka yang tergabung dalam pandawa lima harus memikirkan bagaimana membentuk sebuah tim yang solid dengan pelatih yang berkualitas, tetapi tidak serta merta meninggalkan potensi pemain lokal Kabupaten Bogor,"pintanya.
Menurut Politisi Fraksi PKS tersebut, jumlah pemain lokal daerah maupun bibit pemain muda sangat banyak di Kabupaten Bogor, terlebih dengan semakin menjamurnya perkembangan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang saat ini hampir merata disetiap kecamatan.
"Ini merupakan pekerjaan rumah (PR) yang tidak pernah selesai. Karena itu, selain mengedepankan potensi pemain lokal, dalam hal ini juga pengurus harus mampu melakukan penjaringan bibit pemain muda supaya kedepan komposisi pemain yang membela Persikabo didominasi oleh pemain asli daerah,"tandasnya.
Lebih lanjut, Sumarli menambahkan, yang harus dipikirkan juga oleh pengurus baru pasca tidak diperbolehkannya setiap klub professional mendapat kucuran APBD, adalah menjadikan Persikabo sebagai industry sepakbola. Karena itu dalam konteks ini juga mereka harus mencari dan menggali sumber pemasukan untuk mencukupi semua kebutuhan klub.
"Banyak yang bisa digali disini (Kabupaten Bogor) untuk dijadikan sebagai sponsor ship. Ada Indocement, Holcim, Antam dan lain-lain. Kita harus mencontoh Arema Indonesia yang sudah mandiri dengan adanya support dari sponsornya,"tandasnya.
Tak hanya itu saja, pemasukan juga bisa didapat dari penjualan tiket maupun merchandis lainnya. Asal dikelola dengan baik dan adanya kesadaran dari para komunitas pendukung Persikabo diyakini akan membantu eksistensi Persikabo.
"Sudah banyak klub yang menghidupi klubnya dari hasil penjualan tiket. Dan ini garus dipertimbangkan oleh manajemen, dengan catatan harganya tidak dinaikan,"tegas Sumarli.
Sementara, Edison Hutahean yang akan membantu dalam bidang teknik Persikabo kurang sependapat dengan istilah Pandawa Lima Persikabo seperti yang yang disampaikan rekannya di DPRD tersebut.
Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan menegaskan lebih condong kepada istilah Trio The King yang terdiri dari Rachmat Yasin, Ruddy Ferdian dan Lurah Usup. Loyalitas dan royalitasnya untuk Persikabo sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga lebih setuju kalau menempatkan Lurah Usup sebagai direktur teknik Persikabo.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Pakar, PT Karadenan Jaya sudah menetapkan " Lima Pandawa Lima" yang akan menjalankan roda organisasi perusahaan dalam pengelolaan Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional dalam kancah Liga sepakbola Profesional PSSI musim kompetiksi 2011/2012.
Personil di dalam formasi Pandawa Lima dibawah bendera PT Karadenan Jaya diantaranya, Ruddy Ferdian ( Direktur Utama), Rhendie Arindra ( Direktur Operasional), H. Ridwan Ardiwinata (Direktur Teknik), H. Zaenal Syafrudin ( Direktur Teknik) dan M Usup alias Lurah Usup ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Karadenan Jaya untuk pengelolaan klub Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional.
"Siapapun orangnya, DPRD sangat mendukung penuh. Asalkan, tujuannya mengedepankan profesionalisme dan membangun sepak bola di Kabupaten Bogor, khususnya Persikabo yang saat ini sudah menjadi icon di bumi tegar beriman,"ujar Sumarli, Ketua Komisi D DPRD kepada Pakar, Senin (22/8).
Kata Sumarli, sikap profesionalisme dari para pengurus Persikabo yang sudah mendaftarkan diri dengan label PT Karadenan Jaya untuk diverifikasi layak tidaknya untuk bisa tampil di kompetisi yang akan digelar PSSI sangat dibutuhkan.
Garis besarnya, lanjut dia, jika Persikabo tetap ingin eksis dalam kancah sepakbola nasional. Tapi bukan berarti professional itu mengarah kepada hal itu saja, melainkan juga harus memikirkan target prestasi saat berlaga di kompetisi yang akan diikutinya.
"Disamping itu, mereka yang tergabung dalam pandawa lima harus memikirkan bagaimana membentuk sebuah tim yang solid dengan pelatih yang berkualitas, tetapi tidak serta merta meninggalkan potensi pemain lokal Kabupaten Bogor,"pintanya.
Menurut Politisi Fraksi PKS tersebut, jumlah pemain lokal daerah maupun bibit pemain muda sangat banyak di Kabupaten Bogor, terlebih dengan semakin menjamurnya perkembangan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang saat ini hampir merata disetiap kecamatan.
"Ini merupakan pekerjaan rumah (PR) yang tidak pernah selesai. Karena itu, selain mengedepankan potensi pemain lokal, dalam hal ini juga pengurus harus mampu melakukan penjaringan bibit pemain muda supaya kedepan komposisi pemain yang membela Persikabo didominasi oleh pemain asli daerah,"tandasnya.
Lebih lanjut, Sumarli menambahkan, yang harus dipikirkan juga oleh pengurus baru pasca tidak diperbolehkannya setiap klub professional mendapat kucuran APBD, adalah menjadikan Persikabo sebagai industry sepakbola. Karena itu dalam konteks ini juga mereka harus mencari dan menggali sumber pemasukan untuk mencukupi semua kebutuhan klub.
"Banyak yang bisa digali disini (Kabupaten Bogor) untuk dijadikan sebagai sponsor ship. Ada Indocement, Holcim, Antam dan lain-lain. Kita harus mencontoh Arema Indonesia yang sudah mandiri dengan adanya support dari sponsornya,"tandasnya.
Tak hanya itu saja, pemasukan juga bisa didapat dari penjualan tiket maupun merchandis lainnya. Asal dikelola dengan baik dan adanya kesadaran dari para komunitas pendukung Persikabo diyakini akan membantu eksistensi Persikabo.
"Sudah banyak klub yang menghidupi klubnya dari hasil penjualan tiket. Dan ini garus dipertimbangkan oleh manajemen, dengan catatan harganya tidak dinaikan,"tegas Sumarli.
Sementara, Edison Hutahean yang akan membantu dalam bidang teknik Persikabo kurang sependapat dengan istilah Pandawa Lima Persikabo seperti yang yang disampaikan rekannya di DPRD tersebut.
Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan menegaskan lebih condong kepada istilah Trio The King yang terdiri dari Rachmat Yasin, Ruddy Ferdian dan Lurah Usup. Loyalitas dan royalitasnya untuk Persikabo sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga lebih setuju kalau menempatkan Lurah Usup sebagai direktur teknik Persikabo.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Pakar, PT Karadenan Jaya sudah menetapkan " Lima Pandawa Lima" yang akan menjalankan roda organisasi perusahaan dalam pengelolaan Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional dalam kancah Liga sepakbola Profesional PSSI musim kompetiksi 2011/2012.
Personil di dalam formasi Pandawa Lima dibawah bendera PT Karadenan Jaya diantaranya, Ruddy Ferdian ( Direktur Utama), Rhendie Arindra ( Direktur Operasional), H. Ridwan Ardiwinata (Direktur Teknik), H. Zaenal Syafrudin ( Direktur Teknik) dan M Usup alias Lurah Usup ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Karadenan Jaya untuk pengelolaan klub Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional.
Pemain Lokal Juga OK Kok!
Pakuan Raya - Tuntutan PSSI Pengurus Cabang (Pengcab) Kabupaten Bogor yang meminta kepada pengurus Persikabo untuk mempriotitaskan potensi pemain lokal daerah di skuad Persikabo di Liga Indonesia musim 2011/2012, termasuk mencari figure pelatih yang memiliki karakter kuat dalam membina pemain muda mendapat dukungan penuh dari Kabomania.
Mereka menilai pemain lokal juga memiliki kualitas yang baik, baik secara individu maupun kerjasama tim seperti halnya pemain yang telah memiliki nama besar di kancah sepakbola nasional.
"Yang diperlukan pemain lokal daerah adalah diberikan kesempatan bermain lebih banyak.
Jika selama ini mereka terus menerus ditempatkan di bangku cadangan terus, bagaimana kemampuan dan jam terbang mereka akan bertambah," ujar Ari Ridwan Kabomania Garis Keras kepada Pakar, kemarin.
Kata dia, sudah saatnya pengurus Persikabo meninggalkan kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain bintang tapi hasilnya tidak memberikan prestasi apa-apa. Pencapaian akhir Persikabo di Liga Indonesia Divisi Utama Liga Ti Phone 2010/2011 menjadi bukti sahih.
"Beberapa tahun lalu, saat di arsiteki Suimin Diharja, nama Persikabo dengan skuad muda dan rata rata dari lokal daerah cukup disegani, bahkan nyaris lolos ke kasta kompetisi tertinggi di Indonesia. Tapi setelah era Suimin, pemain lokal ditinggalkan dan prestasinya semakin melorot. Ini harus dijadikan pelajaran bagi pengurus baru sekarang yang bersiap tampil di liga professional,"tandasnya.
Karena itu, lanjut Ari Ridwan, diharapkan pengurus baru yang akan menukangi Persikabo di kompetisi mendatang harus mencari sosok pelatih yang mempunyai kartakteristik layaknya Suimin Diharja.
"Dia merupakan pelatih yang tidak memperdulikan status pemain bintang. Jika menurut dia pemain yang dilihatnya bagus pasti akan dimasukan dalam skuadnya. Karena itu mudah-mudahan pengurus Persikabo mempertimbangkan untuk membawa pulang Suimin Diharja ke Bogor," harapnya.
Sementara, Roby Rizakotta mantan pemain Persikabo era 80-an mengatakan, sangat mendukung pemain lokal menjadi punggawa Persikabo di kompetisi liga Indonesia musim 2011/2012 yang baru akan digulirkan pada awal Oktober mendatang.
"Bagus, keinginan Pengcab PSSI supaya kuota pemain yang akan membela Persikabo 15 lokal, 5 diantaranya menjadi pemain inti. Saya sangat mendukung ini, karena selain menjadi ajang pembinaan satu sisi bisa menekan tingkat pengeluaran klub,"ujarnya.
Menurut Roby, bila melihat skuad Persikabo di musim 2010/2011, ada sekitar tiga pemain lokal potensial yang layak membela Persikabo. Yaitu, Mu'min, Septian dan Erik."Ketiganya tinggal diasah dengan diberikan jam tampil lebih banyak saja,"paparnya.
Roby yang semasa aktif berposisi sebagai pemain menambahkan, pemilihan pemain sepenuhnya kewenangan pelatih, tapi dirinya berpesan agar pemain lokal bisa mendapatkan prioritas dalam seleksi.
"Baik Pengcab maupun mantan pemain tidak akan ikut campur dalam strategi tim. Tapi saya berharap pada saat seleksi nanti memberikan porsi lebih kepada para pemain muda asli Kabupaten Bogor. Yang pasti kalau sudah terbentuk nanti tinggal menentukan siapa yang dipilih dan apakah nanti sebagai pemain intiatau cadangan,"pungkasnya.
Mereka menilai pemain lokal juga memiliki kualitas yang baik, baik secara individu maupun kerjasama tim seperti halnya pemain yang telah memiliki nama besar di kancah sepakbola nasional.
"Yang diperlukan pemain lokal daerah adalah diberikan kesempatan bermain lebih banyak.
Jika selama ini mereka terus menerus ditempatkan di bangku cadangan terus, bagaimana kemampuan dan jam terbang mereka akan bertambah," ujar Ari Ridwan Kabomania Garis Keras kepada Pakar, kemarin.
Kata dia, sudah saatnya pengurus Persikabo meninggalkan kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain bintang tapi hasilnya tidak memberikan prestasi apa-apa. Pencapaian akhir Persikabo di Liga Indonesia Divisi Utama Liga Ti Phone 2010/2011 menjadi bukti sahih.
"Beberapa tahun lalu, saat di arsiteki Suimin Diharja, nama Persikabo dengan skuad muda dan rata rata dari lokal daerah cukup disegani, bahkan nyaris lolos ke kasta kompetisi tertinggi di Indonesia. Tapi setelah era Suimin, pemain lokal ditinggalkan dan prestasinya semakin melorot. Ini harus dijadikan pelajaran bagi pengurus baru sekarang yang bersiap tampil di liga professional,"tandasnya.
Karena itu, lanjut Ari Ridwan, diharapkan pengurus baru yang akan menukangi Persikabo di kompetisi mendatang harus mencari sosok pelatih yang mempunyai kartakteristik layaknya Suimin Diharja.
"Dia merupakan pelatih yang tidak memperdulikan status pemain bintang. Jika menurut dia pemain yang dilihatnya bagus pasti akan dimasukan dalam skuadnya. Karena itu mudah-mudahan pengurus Persikabo mempertimbangkan untuk membawa pulang Suimin Diharja ke Bogor," harapnya.
Sementara, Roby Rizakotta mantan pemain Persikabo era 80-an mengatakan, sangat mendukung pemain lokal menjadi punggawa Persikabo di kompetisi liga Indonesia musim 2011/2012 yang baru akan digulirkan pada awal Oktober mendatang.
"Bagus, keinginan Pengcab PSSI supaya kuota pemain yang akan membela Persikabo 15 lokal, 5 diantaranya menjadi pemain inti. Saya sangat mendukung ini, karena selain menjadi ajang pembinaan satu sisi bisa menekan tingkat pengeluaran klub,"ujarnya.
Menurut Roby, bila melihat skuad Persikabo di musim 2010/2011, ada sekitar tiga pemain lokal potensial yang layak membela Persikabo. Yaitu, Mu'min, Septian dan Erik."Ketiganya tinggal diasah dengan diberikan jam tampil lebih banyak saja,"paparnya.
Roby yang semasa aktif berposisi sebagai pemain menambahkan, pemilihan pemain sepenuhnya kewenangan pelatih, tapi dirinya berpesan agar pemain lokal bisa mendapatkan prioritas dalam seleksi.
"Baik Pengcab maupun mantan pemain tidak akan ikut campur dalam strategi tim. Tapi saya berharap pada saat seleksi nanti memberikan porsi lebih kepada para pemain muda asli Kabupaten Bogor. Yang pasti kalau sudah terbentuk nanti tinggal menentukan siapa yang dipilih dan apakah nanti sebagai pemain intiatau cadangan,"pungkasnya.
Logo Persikabo, Perlukah Diganti?
Pakuan Raya - Sejumlah pengurus Kabomania yang tersebar di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor menyarankan manajemen Persikabo mengubah logo logo tim. Menurut mereka, logo yang dipergunakan tim berjuluk Laskar Pajajaran saat ini, tidak jauh beda dengan logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan tulisan "Prayoga, Tohaga dan Sayaga" atau jika dijabarkan Prayoga berarti utama, Tohaga berarti kokoh dan kuat, Sayaga berarti siap siaga.
Aril pentolan Kabomania Strebert Ciawi mengungkapkan, logo sebuah tim merupakan jati diri sebuah tim. Karena itu, bertepatan dengan kondisi Persikabo yang saat ini bersiap menjadi klub professional, manajemen harus memikirkan juga perubahan logo.
"Situasinya kan sekarang Persikabo sednag berbenah, apa salahnya kalau kami sebagai salah satu komunitas pendukung fanatic Persikabo mengusulkan kepada para petinggi Persikabo supaya logo yang sekarang diganti supaya lebih fresh dan menjual,"ujarnya kepada Pakar, Senin (22/8).
Menurutnya, merubah logo tim memang tidak mudah, karena akan bertentangan dengan nilai sejarah. Tapi, bila melihat kondisi saat ini, perubahan ini sudah bukan menjadi sesuatu yang aneh. Contohnya sejumlah klub di luar negeri, logo klub diganti sejalan dengan visi dan misi kedepan tim tersebut.
Bahkan di klub sepakbola, perubahan ini bukal hal yang asing. Liha saja klub-klub dibelahan dunia lain. Mereka mengubah ikon atau logo sejalan dengan visi dan misi baru dari tim tersebut.
"Di Indonesia sendiri ada beberapa tim yang logonya didesain menarik dan menjual, sebut saja Sriwijaya FC dimana logonya merupakan hasil sanyembara, lalu Pelita Jaya dan Arema Indonesia,"tandasnya.
Sependapat dengan Aril, pengurus Kabomania Cisarua, Wahyu Hadianto mengatakan, logo Persikabo memang sudah waktunya dirubah, apalagi sekarang ini status Persikabo akan menjadi sebuah inbdustri sepakbola."Kalau desain logonya berubah tentunya akan meningkatkan daya jual, terutama dari sisi penjualan merchandisme. Dan ini harus dipertimbangkan oleh manajemen,"katanya.
Selain itu, sambung Wahyu, termasuk juga apparel yang akan dikenakan Persikabo pada musim kompetisi sekarang. Seperti diketahui dimusim 2010/2012 Uno menjadi apparel resmi persikabo.
"Kalau bisa pengurus juga memperjuangkan untuk apparel jerseynya dengan mencari merek yang lain, dengan kualitas yang lebih baik,"tukasnya.
Aril pentolan Kabomania Strebert Ciawi mengungkapkan, logo sebuah tim merupakan jati diri sebuah tim. Karena itu, bertepatan dengan kondisi Persikabo yang saat ini bersiap menjadi klub professional, manajemen harus memikirkan juga perubahan logo.
"Situasinya kan sekarang Persikabo sednag berbenah, apa salahnya kalau kami sebagai salah satu komunitas pendukung fanatic Persikabo mengusulkan kepada para petinggi Persikabo supaya logo yang sekarang diganti supaya lebih fresh dan menjual,"ujarnya kepada Pakar, Senin (22/8).
Menurutnya, merubah logo tim memang tidak mudah, karena akan bertentangan dengan nilai sejarah. Tapi, bila melihat kondisi saat ini, perubahan ini sudah bukan menjadi sesuatu yang aneh. Contohnya sejumlah klub di luar negeri, logo klub diganti sejalan dengan visi dan misi kedepan tim tersebut.
Bahkan di klub sepakbola, perubahan ini bukal hal yang asing. Liha saja klub-klub dibelahan dunia lain. Mereka mengubah ikon atau logo sejalan dengan visi dan misi baru dari tim tersebut.
"Di Indonesia sendiri ada beberapa tim yang logonya didesain menarik dan menjual, sebut saja Sriwijaya FC dimana logonya merupakan hasil sanyembara, lalu Pelita Jaya dan Arema Indonesia,"tandasnya.
Sependapat dengan Aril, pengurus Kabomania Cisarua, Wahyu Hadianto mengatakan, logo Persikabo memang sudah waktunya dirubah, apalagi sekarang ini status Persikabo akan menjadi sebuah inbdustri sepakbola."Kalau desain logonya berubah tentunya akan meningkatkan daya jual, terutama dari sisi penjualan merchandisme. Dan ini harus dipertimbangkan oleh manajemen,"katanya.
Selain itu, sambung Wahyu, termasuk juga apparel yang akan dikenakan Persikabo pada musim kompetisi sekarang. Seperti diketahui dimusim 2010/2012 Uno menjadi apparel resmi persikabo.
"Kalau bisa pengurus juga memperjuangkan untuk apparel jerseynya dengan mencari merek yang lain, dengan kualitas yang lebih baik,"tukasnya.
Senin, 22 Agustus 2011
Pandawa Lima Persikabo
Pakuan Raya - Deadline waktu yang ditetapkan PSSI dan AFC mungkin terlalu mepet. Karena PSSI dan AFC juga kena deadline oleh FIFA agar kompetisi sepakbola Liga Profesional di Indonesia harus segera digelar tanggal 8 Oktober 2011. Hal inilah yang tidak memungkinkan para penggagas klub sepakbola Persikabo professional mendaftarkan diri dengan nama PT Persikabo Bogor Mandiri (PT PBM). Akhirnya untuk kompetisi Liga Profesional tanggal 8 Oktober 2011 nanti, secara resmi Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional akan berada dibawah naungan PT Karadenan Jaya.
Informasi yang diendus Pakar bahwa saat ini, PT Karadenan Jaya sudah menetapkan " Lima Pandawa Lima" yang akan menjalankan roda organisasi perusahaan dalam pengelolaan Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional dalam kancah Liga sepakbola Profesional PSSI musim kompetiksi 2011/2012 .
Beberapa nama yang dirumorkan masuk dalam Pandawa Lima untuk menjalankan roda organisasi Persikabo dibawah bendera PT Karadenan Jaya diantaranya, Ruddy Ferdian ( Direktur Utama), Rhendie Arindra ( Direktur Operasional), H. Ridwan Ardiwinata (Direktur Teknik), H. Zaenal Syafrudin ( Direktur Teknik) dan M Usup alias Lurah Usup ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Karadenan Jaya untuk pengelolaan klub Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional. Namun, rumor Pandawa Lima Persikabo tersebut tentunya suatu waktu masih bisa berubah. Karena kelihatannya hal ini belum final atau baku tentang komposisi orang orang yang akan masuk dalam jajaran direksi PT Karadenan Jaya yang akan menjalankan roda Persikabo.
Sementara Edison Hutahean yang akan membantu dalam bidang teknik Persikabo menegaskan, ia tidak setuju dengan istilah Pandawa Lima Persikabo, ia lebih condong kepada istilah Trio The King yang terdiri dari Rachmat Yasin, Ruddy Ferdian dan Lurah Usup. Loyalitas dan royalitasnya untuk Persikabo sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga lebih setuju kalau menempatkan Lurah Usup sebagai direktur teknik Persikabo. Namun ia sendiri mengaku sangat setuju kalau nama nama seperti Pak Rudi Mantik, Ridwan Ardiwinata, Zaenal Syafrudin dan Rhendie Arindra masuk dalam komposisi direksi ataupun manajerial tim Persikabo. Karena kekuatan nama nama itu akan semakin membuat solid Persikabo. Apalagi, RY yang menyerahkan tongkat komando ke Ruddy Ferdian soal Persikabo hanya menginginkan Level A alias kasta tertinggi kompetisi sepakbola Profesikonal ditanah air.
Dalam kesempatan yang sama, kata Edison, soal urusan pelatih memang RY telah menyerahkan penuh kepada direksi yang akan menunjuk manajemen Persikabo. Akan tetapi, RY berharap pelatih tersebut harus bisa membawa Persikabo meraih prestasi tinggi dan mentargetkan Persikabo masuk tiga besar dalam kompetisi mendatang.
"Kami sudah mengantongi dua nama yang akan diusulkan kepada direksi ataupun manajemen Persikabo tersebut. Dua nama itu adalah Suimin Diharja dan Jhoni Arwandi karena keduanya sudah paham dan mengenal karakter sepakbola Bogor. Namun, kedua pelatih tersebut bisa saja dua duanya masuk dalam manajerial tim Persikabo musim depan. Bahkan, kedua-duanya juga bisa saja tidak masuk dalam manajerial tim Persikabo. Hal ini akan tergantung dari manajemen Persikabo yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, Ketua Bogor Sport Journalist ( BSJ), Asep Syahmid Pangrango mengatakan, sangat setuju dengan rumor Pandawa Lima Persikabo. Karena hal ini minimal akan meringankan beban Persikabo dalam kompetisi Liga Profesional yang sudah mengharamkan bantuan dari APBD daerah.
"Boleh dikatakan, kalau memang Pandawa Lima yang akan mengelola dan menjalankan Persikabo sebagai aset penting Kabupaten Bogor, hingga Persikabo bisa lebih eksis dan mandiri dalam kancah sepakbola Profesional. Namun, Persikabo juga sangat membutuhkan peran serta dan dukungan penuh dari semua publik bola di Kabupaten Bogor terutama Kabomania yang akan menjadi pilar penting dalam perjalanan Persikabo sebagai klub mandiri dan professional," ujar Asep Syahmid Pangrango, Ketua Bogor Sport Journalist.
Akan tetapi, tambah Syahmid, hal terpenting dan mendesak adalah Persikabo harus segera melakukan tahapan seleksi kepada para pemain. Karena ini menyangkut tenggat waktu kompetisi yang sudah semakin dekat.
Informasi yang diendus Pakar bahwa saat ini, PT Karadenan Jaya sudah menetapkan " Lima Pandawa Lima" yang akan menjalankan roda organisasi perusahaan dalam pengelolaan Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional dalam kancah Liga sepakbola Profesional PSSI musim kompetiksi 2011/2012 .
Beberapa nama yang dirumorkan masuk dalam Pandawa Lima untuk menjalankan roda organisasi Persikabo dibawah bendera PT Karadenan Jaya diantaranya, Ruddy Ferdian ( Direktur Utama), Rhendie Arindra ( Direktur Operasional), H. Ridwan Ardiwinata (Direktur Teknik), H. Zaenal Syafrudin ( Direktur Teknik) dan M Usup alias Lurah Usup ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Karadenan Jaya untuk pengelolaan klub Persikabo sebagai klub sepakbola Profesional. Namun, rumor Pandawa Lima Persikabo tersebut tentunya suatu waktu masih bisa berubah. Karena kelihatannya hal ini belum final atau baku tentang komposisi orang orang yang akan masuk dalam jajaran direksi PT Karadenan Jaya yang akan menjalankan roda Persikabo.
Sementara Edison Hutahean yang akan membantu dalam bidang teknik Persikabo menegaskan, ia tidak setuju dengan istilah Pandawa Lima Persikabo, ia lebih condong kepada istilah Trio The King yang terdiri dari Rachmat Yasin, Ruddy Ferdian dan Lurah Usup. Loyalitas dan royalitasnya untuk Persikabo sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga lebih setuju kalau menempatkan Lurah Usup sebagai direktur teknik Persikabo. Namun ia sendiri mengaku sangat setuju kalau nama nama seperti Pak Rudi Mantik, Ridwan Ardiwinata, Zaenal Syafrudin dan Rhendie Arindra masuk dalam komposisi direksi ataupun manajerial tim Persikabo. Karena kekuatan nama nama itu akan semakin membuat solid Persikabo. Apalagi, RY yang menyerahkan tongkat komando ke Ruddy Ferdian soal Persikabo hanya menginginkan Level A alias kasta tertinggi kompetisi sepakbola Profesikonal ditanah air.
Dalam kesempatan yang sama, kata Edison, soal urusan pelatih memang RY telah menyerahkan penuh kepada direksi yang akan menunjuk manajemen Persikabo. Akan tetapi, RY berharap pelatih tersebut harus bisa membawa Persikabo meraih prestasi tinggi dan mentargetkan Persikabo masuk tiga besar dalam kompetisi mendatang.
"Kami sudah mengantongi dua nama yang akan diusulkan kepada direksi ataupun manajemen Persikabo tersebut. Dua nama itu adalah Suimin Diharja dan Jhoni Arwandi karena keduanya sudah paham dan mengenal karakter sepakbola Bogor. Namun, kedua pelatih tersebut bisa saja dua duanya masuk dalam manajerial tim Persikabo musim depan. Bahkan, kedua-duanya juga bisa saja tidak masuk dalam manajerial tim Persikabo. Hal ini akan tergantung dari manajemen Persikabo yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, Ketua Bogor Sport Journalist ( BSJ), Asep Syahmid Pangrango mengatakan, sangat setuju dengan rumor Pandawa Lima Persikabo. Karena hal ini minimal akan meringankan beban Persikabo dalam kompetisi Liga Profesional yang sudah mengharamkan bantuan dari APBD daerah.
"Boleh dikatakan, kalau memang Pandawa Lima yang akan mengelola dan menjalankan Persikabo sebagai aset penting Kabupaten Bogor, hingga Persikabo bisa lebih eksis dan mandiri dalam kancah sepakbola Profesional. Namun, Persikabo juga sangat membutuhkan peran serta dan dukungan penuh dari semua publik bola di Kabupaten Bogor terutama Kabomania yang akan menjadi pilar penting dalam perjalanan Persikabo sebagai klub mandiri dan professional," ujar Asep Syahmid Pangrango, Ketua Bogor Sport Journalist.
Akan tetapi, tambah Syahmid, hal terpenting dan mendesak adalah Persikabo harus segera melakukan tahapan seleksi kepada para pemain. Karena ini menyangkut tenggat waktu kompetisi yang sudah semakin dekat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pertandingan Sebelumnya
On Facebook
tentang KABOMANIA
Tentang PERSIKABO
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2012
(82)
-
▼
Maret
(19)
- Persikabo Siap Curi Poin
- Putaran kedua Harus Manfaatkan Timing
- Kutunggu Janjimu RY
- Piala Indonesia 2012 Persikota Lawan Perdana Persi...
- Persikabo Tak Akan Beli Pemain Rhendie : Skuad yan...
- Persikabo Siap Hadiri Kongres PSSI
- Persikabo Wajib Menang
- Tetap Targetkan Poin Penuh
- Laga Penentu Bagi Laskar Pajajaran
- Perkusi Kabomania Kunjungi Pakar
- Ridwan Awaludin Minta Dukungan
- Persikabo Tetap Lawan Klub Level 2
- Ujang Si Maskot
- Kompetisi tak Jelas Pengaruhi Persiapan
- Sudah Saatnya Putra Daerah Unjuk Gigi
- Wawan Dermawan Absen Satu Putaran
- Persikabo Juga Was-was
- Laskar Padjajaran Meriahkan Danyon 23 Cup
- Kabomania Desak Evaluasi Tim
-
▼
Maret
(19)